26 C
Padang
Rabu, Mei 22, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Anak Muda Indonesia: Pewaris Semangat Sumpah Pemuda dalam Aksi Kekinian
A

Kategori -
- Advertisement -

Penulis: Obel SP.MP
Dosen Prodi Agroteknologi Fak Pertanian Unand

Sumpah Pemuda, yang diikrarkan tepat pada 28 Oktober 1928 silam merupakan momen bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Sumpah tersebut memuat tekad para pemuda dari berbagai suku, budaya, ras, dan agama bersatu demi kemerdekaan Indonesia. Dan sampai hari ini, semangat Sumpah Pemuda masih hidup, dan peran anak muda dalam mempertahankannya sangat penting untuk membangun masa depan dan jiwa nasionalisme yang lebih baik. Ada beberapa aksi anak muda Indonesia sebagai pewaris semangat sumpah pemuda seperti:

  1. Selalu Memelihara Keberagaman

Menjaga persatuan dalam keberagaman adalah salah satu pesan utama Sumpah Pemuda. Anak muda saat ini memiliki peran krusial dalam memelihara keragaman budaya, agama, dan etnis di Indonesia. Mereka dapat mengedukasi sesama anak muda tentang kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia, menghormati perbedaan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

  1. Menjadi Aktivis Sosial

Anak muda adalah kekuatan utama di balik perubahan sosial. Mereka terlibat dalam berbagai gerakan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dari isu-isu lingkungan, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial, anak muda aktif dalam memperjuangkan perubahan positif.

  1. Berperan dalam Pendidikan dan Penelitian

Komitmen Pemuda mendorong semangat belajar dan berkontribusi. Di era digital, generasi muda memiliki akses terhadap berbagai sumber belajar dan banyak yang memanfaatkannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Mereka juga berpartisipasi dalam penelitian dan inovasi di berbagai bidang, sehingga memberikan kontribusi yang berharga bagi pembangunan nasional.

  1. Menumbuhkan Semangat Kewirausahaan

Generasi muda juga aktif di dunia bisnis dan startup. Mereka menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendorong inovasi di berbagai sektor. Jiwa kewirausahaan generasi muda berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita kemandirian ekonomi negara.

  1. Keterlibatan Politik

Berpartisipasi dalam dunia politik merupakan salah satu cara generasi muda mempraktikkan semangat Komitmen Pemuda. Mereka mempunyai kemampuan untuk memilih pemimpin yang memperjuangkan keadilan, integritas, dan kesejahteraan rakyatnya. Selain itu, generasi muda dapat berpartisipasi dalam kebijakan publik dan menciptakan perubahan positif melalui tindakan politik.

  1. Pemanfaatan Teknologi dan Media Sosial

Generasi muda adalah generasi teknologi dan jejaring sosial. Mereka dapat menggunakan teknologi canggih untuk menyebarkan pesan persatuan, keadilan dan perdamaian. Berkat kemampuannya dalam mengelola jejaring sosial, mereka mampu mempengaruhi opini masyarakat dan memperjuangkan nilai-nilai Sumpah Pemuda.

  1. Tetap Tebarkan Rasa Saling Menghormati Dan Menghargai

Sumpah pemuda lahir dari mempersatukan seluruh aspek bangsa, seluruh ras, agama dan suku yang ada di Indonesia. Untuk menumbuhkan rasa persatuan yang telah terbangun, kita dapat melakukannya dengan selalu menebarkan sikap saling menghormati dan saling menghargai antar sesame

  1. Bangga Memakai Produk Buatan Anak Bangsa

Memiliki kebanggaan terhafdap produk yang dibuat dalam nenegri sendiri merupakan cerminan ikut andil dan berkontribusi dalam mewujudukan cita-cita bangsa dalam mensejahterakan anak bangsa karena dengan menggunakan produk-produk buatan anak bangsa dapat memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

  1. Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Bahasa Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa yang patut kita banggakan dalam berkomunikasi. Di era saat ini, banyak kita jumpai kalangan muda yang lebih sering menggunakan bahasa asing ataupun bahasa gaul untuk berkomunikasi. Selain itu juga banyak masyarakat yang menggunakan bahasa Indonesia tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku. Hal tersebut jika berlangsung secara terus menerus tentu saja akan mengancam keberadaan bahasa Indonesia itu sendiri.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img