27 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

ALAM TAK BERSAHABAT,ORANG GENCAR BERTENGKAR
A

Kategori -
- Advertisement -

Oleh:Kasra Scorpi

Persahabatan manusia dengan alam lingkungannya pernah dipertanyakan penyanyi Ebiet G Ade tahun 1979 dalam lagu Berita Kepada Kawan, ” Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”.

Ternyata, persahabatan itu memang kian renggang, alam sering murka terhadap manusia, hal itu ditandai dengan menghadirkan bencana alam dimana-mana, entah itu longsoran tebing, banjir, erupsi gunung api, gempa bumi, tsunami, semburan lumpur dari perut bumi, asap tebal, cuaca ekstreem yang menelan banyak korban.

Bagi kita di Indonesia bencana paling parah pada abad 21 adalah gempa dan tsunami Aceh pada Minggu 26 Desember 2004. Bencana dahsyat itu menelan korban 220 ribu jiwa lebih. Lalu menyusul gempa nias, gempa sumbar, tsunami mentawai, erupsi merapi di Yogyakarta yang menewaskan penjaga gunung lagendaris Mbah Marijan, belum lama berselang erupsi gunung Sinabung di Sumatra Utara dan gunung Kelud di Jawa Timur. Sementara dalam keseharian kita semakin akrab dengan banjir, kekeringan dan kabut asap akibat kebakaran hutan.

Sesungguhnya bencana demi bencana itu disebabkan oleh tenaga perusak “endogen” dari dalam perut bumi dan tenaga perusak “eksogen” dari luar kulit bumi. Namun yang sering muncul tenaga perusak dari luar kulit bumi baik pada lapisan “biosfer” tempat kehidupan berlangsung, pada lapisan “Hidrosfer”(air) dan lapisan udara(atmosfer).

Fenomena munculnya tenaga endogen memang masih sulit dideteksi oleh kemampuan manusia, tetapi munculnya tenaga eksogen perusak alam di permukaan bumi dideteksi sebagai ulah tangan-tangan manusia.

Peranan manusia dalam menciptakan tenaga perusak adalah dengan mengelola alam secara sembrono dan salah kaprah, seperti melakukan penebangan hutan, mengekploitasi daerah aliran sungai,membabat hutan bakau, membuang sampah, limbah industri dan limbah teknologi secara tidak terkendali.

Besarnya peranan manusia itu sebenarnya telah diperingatkan oleh Allah SWT dalam Quran surat Ar Rum ayat 41,”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”.

Namun kita belum mampu juga kembali ke jalan yang benar. Dalam berbuat mengelola darat dan laut malah kita makin rakus, gencar bertengkar, tuding-menuding dan saling berbunuhan.

Kerakusan dan pertengkaran terutama dilakukan untuk memperluas dan memperebutkan alam sebagai tempat mengelola usaha perkebunan, pertambangan, industri dan area bisnis lainnya. Akibatnya dimana-mana ketenangan alam terganggu, sehingga wajar kalau alam menjadi murka.

Saat terjadi bencanapun kita masih suka bertengkar dan salah menyalahkan soal kebijakan antisipasi maupun penanggulangannya***

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img