Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh usulkan Puskesmas Padang Karambia di Kecamatan Payakumbuh Selatan, untuk mendapatkan akreditasi. Selama tiga hari, sejak 16 hingga 18 Desember mendatang, pihak Kementerian Kesehatan RI, menurunkan timnya ke Payakumbuh. Menyigi dari dekat tingkat pelayanan di Puskesmas Payakumbuh Selatan.
Sebelum turun ke puskesmas, rombongan tim survei Kemenkes itu, diterima Sekdako Payakumbuh H. Benni Warlis, MM, dalam acara di sebuah hotel melati di Jalan Sudirman Payakumbuh, Selasa (14/12) malam. Secara detail, sekdako menyampaikan komitmen pemko dalam meningkatkan mutu pelayanan di semua puskesmas di Payakumbuh. Ditandai dengan pengelolaan puskesmas yang sudah berbentuk badan layanan umum daerah (BLUD). Sistem BLUD itu, baru satu-satunya di Sumatera Barat, sebut sekdako.
Keterangan Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh Elzadaswarman, SKM, MPPM, di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, Rabu (16/12), secara bertahap, pihaknya akan mengusulkan akreditasi semua puskesmas yang ada di kota ini. “Ada delapan puskesmas di lima kecamatan. Tapi, tahap awal baru Puskesmas Padang Karambia yang kita usulkan mendapatkan akreditasi dari Kemenkes,” sebut Elzadawsaman.
Dikatakan, harapan Dinas Kesehatan Payakumbuh, dalam tiga atau empat tahun ke depan, kedelapan puskesmas itu sudah terakreditasi. Sehingga, tingkat pelayanan pun akan lebih baik, diikuti dengan peningkatan tenaga medis, non medis serta peralatan kesehatan. Puskesmas pun nanti, akan dapat melayani rawat inap bagi pasien.
Selain delapan puskesmas, di Payakumbuh juga memiliki 23 puskesmas pembantu (pustu). Keberadaan pustu dimaksud, amat dirasakan warga kelurahan, karena sudah memberikan pelayanan dasar kesehatan yang baik. Keberadaan pustu dan puskesmas induk, juga pro aktif memberikan penyuluhan kesehatan dan membina puskeskel dan posyandu diseluruh kelurahan.
Tim akreditasi yang dikirim Menteri Kesehatan Nila Moeloek ke Payakumbuh, berjumlah tiga orang, dipimpin dr. Bambang Heru, M. Kes. Motto Dinkes Payakumbuh Sikat Habis (Selalu Ingin Kesehatan Anda Terpelihara, Harus Bisa), diapresiasi Bambang Heru. “Kami akan melakukan evaluasi dan memberikan nilai objektif, dalam memberikan akreditasi ini,” katanya.
