Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Payakumbuh gelar acara Pekan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), di pelataran parkir Medan nan Baaneh Taman Wisata Ngalau Indah, Jum’at (16/10). Gelar acara yang diawali dengan senam aerobic bersama itu, dilakukan dalam memacu pencapaian target PBB-P2 tahun anggaran 2015. DPPKA menggandeng Bank Nagari Payakumbuh untuk membuka loket pembayaran PBB lewat mobil unit kelilingnya di lokasi acara.
Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar bersama Kepala Bank Nagari Payakumbuh, Edrizanof, Kacab Bank Nagari Pembantu Ibuah, Chandra Ichwan, Asisten I Setdako Yoherman, Staf Ahli Walikota Dafrul Pasi, Sekretaris DPPKA Andri Narwan, dan sejumlah kepala bidang lainnya, ikut senam bersama dengan pimpinan SKPD, camat, ratusan kepala kelurahan dan kolektor.
Laporan Kabid Pendapatan Daerah DPPKA Payakumbuh, Resti Demila, S.STP, target PBB-P2 Payakumbuh 2015, tercatat sebesar Rp 2.609.239.185. Pencapaiannya, per 30 September 2015, baru berjumlah Rp1.520.609.506 (58,34%). Untuk memacu penerimaan PBB-P2 itu, dalam tiga bulan terakhir, Bidang Pendapatan DPPKA bersama camat, lurah dan kolektor akan bahu membahu memburu PBB-P2 ke tengah masyarakat. Kita akan lakukan koordinasi dan turun ke lapangan, mendekati para wajib PBB, agar membayar kewajibannya.
Sepanjang gelar acara pekan panutan PBB-P2 itu, berhasil dipungut sejak awal Oktober, sebesar Rp149.046.510. Sehingga penerimaan PBB-P2 per 15 Oktober sudah mencatat Rp1.669.656.016 (63,99%). Di antara pejabat pemko yang membayar pajak bumi dan bangunan waktu itu adalah Staf Ahli Walikota Dafrul Pasi dan beberapa kepala kelurahan. Semangat pejabat pemko membayar pajak, diharapkan menjadi teladan bagi wajib pajak lainnya.
Kabid Pendapatan Daerah Resti Demila didampingi Kepala UPTD Pajak Jhoni Parlin, S.STP, mengaku optimis, sisa PBB-P2 sebesar Rp939.583.169 lagi akan dapat terpenuhi. “Saya yakin, sisa PBB-P2 Rp939 juta lebih itu akan dapat terpenuhi,” tegas Resti.
Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar, dalam sambutannya, pada acara pekan panutan pajak itu, mengajak seluruh jajaran DPPKA, camat dan lurah, untuk menyatukan sikap dan semangat dalam memburu sisa target PBB-P2 dimaksud. Lakukan koordinasi, bilah permasalahan yang ada, dan carikan solusi tepat, agar para wajib pajak dengan kesadaran tinggi melunasi kewajiban mereka.
Realisasi PBB-P2 per kecamatan, hingga 30 September 2015, menempatkan Kecamatan Payakumbuh Utara sebagai rangking pertama, yaitu Rp390.348.898 (62,30%) dari target Rp666.587.905, disusul Payakumbuh Barat di urutan kedua, dengan realisasi Rp711.622.046 (59,49%) dari target Rp1.323.831.566, kemudian Kei target Rp280.692.905, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, realisasi Rp66.354.331 (52,28%) dari target Rp147.288.976, Kecamatan Payakumbuh Timur di urutan kelima, realisasi Rp211.031.232 (50,77%) dari target Rp448.172.001.
Sepanjang pekan panutan pajak itu, Bank Nagari menyediakan doorprize buat 50 pemenang yang merupakan para wajib PBB di kota ini. Kemudian, Bank Nagari juga menyediakan 10 hadiah berupa despenser dan hadiah utama sepeda sport, untuk wajib pajak yang lebih awal membawar kewajibannya dalam tahun ini.
Hadiah utama sepeda sport berhasil diraih Hj. Husna Kampay, 74 tahun, warga Kelurahan Balai Kaliki, Kecamatan Payakumbih Utara. Seorang ibu yang tidak mempunyai anak ini, mengaku, begitu SPPT-PBB ia terima, tanpa harus diminta, ia langsung membayar kewajibannya. “Saya tak ingin berhutang dengan PBB, karena pajak ini bagian dari bentuk kepedulian saya dalam membangun kota,” ucap Husna.