spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kerugian Kebakaran di Agam Capai Rp14,3 Miliar
K

Kategori -
- Advertisement -

Lubuk Basung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan kerugian akibat kebakaran yang terjadi di daerah itu sepanjang 2015 mencapai Rp14,3 miliar.

Kepala BPBD setempat, Bambang Warsito di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan jumlah kerugian ini dari 76 kasus kebakaran yang terjadi di 15 kecamatan di daerah itu.

Rata-rata penyebab kebakaran karena korsleting listrik dan kelalaian pemilik rumah yang pergi meninggalkan rumah sedangkan api kompor belum dimatikan.

Ke 76 kasus kebakaran ini terjadi di Kecamatan Ampek Koto sebanyak lima kasus dengan kerugian sekitar Rp1,92 miliar, Kecamatan Sungai Pua sebanyak empat kasus dengan kerugian Rp1,63 miliar, Kecamatan Kamang Magek tiga kasus dengan kerugian Rp110 juta.

Sementara di Kecamatan Ampek Angkek sebanyak delapan kasus dengan kerugian Rp403 juta, Kecamatan Canduang lima kasus dengan kerugian Rp2,3 miliar, Kecamatan Tilatang Kamang empat kasus dengan kerugian Rp485 juta.

Lalu di Kecamatan Lubuk Basung sebanyak 21 kasus dengan kerugian Rp2,58 miliar, Kecamatan Banuhampu sembilan kasus dengan kerugian Rp2,82 miliar, Kecamatan Malalak empat kasus dengan kerugian Rp265 juta, Kecamatan Palupuh sebanyak satu kasus dengan kerugian Rp80 juta.

Selain itu, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak tiga kasus dengan kerugian sekitar Rp1,53 miliar, Kecamatan Tanjung Mutiara sebanyak empat kasus dengan kerugian Rp410 juta, dan Kecamatan Ampek Nagari sebanyak tiga kasus dengan kerugian Rp180 juta.

Dari 27 kasus kebakaran itu, korban jiwa sebanyak dua orang di Jorong Koto Kaciak, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya yang terjadi pada 27 Maret 2015. Dua korban meninggal dunia itu atas nama Kamsina (83) dan Nursimah (75).

“Korban ini merupakan pasangan suami istri yang terperangkap saat kebakaran,” katanya.

Ia menyebutkan kasus kebakaran pada 2015 berkurang dibandingkan pada 2014 sebanyak 122 kasus dengan kerugian Rp11,8 miliar.

Namun sebelumnya kasus kebakaran ini meningkat setiap tahun. Pada 2006 kasus kebakaran sebanyak 56 kasus, 2007 sebanyak 42 kasus, 2008 sebanyak 73 kasus, dan 2009 sebanyak 76 kasus.

Pada 2010 sebanyak 75 kasus, 2011 sebanyak 80 kasus dengan kerugian Rp8,78 miliar, 2012 sebanyak 95 kasus dengan kerugian Rp8,26 miliar, 2013 sebanyak 95 kasus dengan kerugian sekitar Rp8,1 miliar.

Untuk meminimalisir kasus kebakaran, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar menyediakan tabung racun api, mengaktifkan kolam di depan rumah, mengganti jaringan listrik yang sudah lama dan lainnya.

Saat ini, Agam telah memiliki sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran, dan 48 personil satgas pemadam kebakaran di empat pos yakni di Lubuk Basung, Tiku, Sungai Tanang dan Biaro.

Jumlah Satgas pemadam kebakaran ini masih kurang dan pihaknya akan mengajukan penambahan pada 2016.
“Apabila ini terwujud, maka kita akan membangun pos pemadam di Kecamatan Palupuh dan Malalak,” tutupnya. (Ant/Oleh Eko Fajri)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img