spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kampanye Kesehatan Untuk Meningkatkan Awareness Resiko Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Pada Wanita
K

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Ns. Mulyanti Roberto Muliantino, S.Kep., M.Kep
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab kematian tertinggi secara global. Pada penyakit ini terjadi penyumbatan aliran darah jantung dan pembuluh darah lainnya, termasuk pembuluh darah koroner, serebrovaskular dan pembuluh darah perifier. Penyakit jantung dan pembuluh darah tidak hanya dominan pada pria, padahal penyakit ini adalah penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Data Global Burden of Disease Study tahun 2019, mengemukakan bahwa jumlah wanita di seluruh dunia dengan penyakit jantung dan pembuluh darah mencapai 275 juta, insiden diperkirakan sekitar 6.402 kasus per 100.000 jiwa.
Jumlah insiden penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia meningkat 7% (American Collage of Cardiology, 2021). Di Indonesia prevalensi penyakit jantung lebih tinggi pada wanita (1,6%) dibandingkan pada pria (1,3%) (Riskesdas, 2018). Wanita dengan penyakit jantung dan pembuluh darah yang berusia di bawah 45 tahun memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria.

Kasus penyakit jantung dan pembuluh darah yang paling banyak pada wanita yaitu penyakit jantung koroner dan hipertensi. Wanita juga cenderung mengalami gejala yang berbeda, sering kali lebih ringan atau tidak khas yang menyebabkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan.

Insiden penyakit jantung dan pembuluh darah pada wanita berkaitan dengan banyaknya faktor resiko pada wanita, wanita tidak hanya memiliki faktor resiko tradisional penyakit jantung dan pembuluh darah seperti hipertensi, merokok, diabetes mellitus tipe 2, obesitas, diet tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang, dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Namun wanita memiliki faktor resiko spesifik yang berkaitan dengan hormon estrogen, dimana hormon ini berfungsi memberika perlindungan terhadap lapisan pembuluh darah. Jika produksi estrogen sudah menurun, yaitu pada kondisi menopause, sehingga efek perlindungan tidak ada lagi maka akan berakibat insiden penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat pada wanita.

Hasil riset penulis tahun 2023 menemukan bahwa selain faktor resiko perilaku, faktor resiko menopause dan penggunaan hormon berkaitan erat dengan jenis insiden penyakit jantung. Hal ini secara signifikan meningkatkan kesempatan seorang wanita terkena penyakit jantung, sehingga wanita harusnya lebih aware terhadap risiko tersebut.

Namun hasil temuan menunjukkan bahwa wanita memiliki awareness yang masih rendah terkait risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama pada kalangan wanita muda yang menggangap penyakit jantung identik pada orang lanjut usia, laki-laki dan wanita muda lebih cenderung berfokus pada bentuk tubuh, berat badan, kehamilan dan depresi.

Dalam rangka meningkatkan awareness wanita terkait resiko penyakit jantung dan pembuluh darah, dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas bersama kader kesehatan melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKMMN) dengan topik edukasi faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah pada wanita dan cara pencegahannya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 6 Oktober 2024 dan melibatkan 25 orang kader kesehatan di RT 02 RW 06 Kelurahan Pasar Ambacang.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tim PKMMN Fakultas Keperawatan Universitas Andalas yaitu Ns. Mulyanti Roberto Muliantino, S.Kep., M.Kep, Ns. Yuanita Ananda, S.Kep,. M.Kep, Ns.Yelly Herien, S.Kep,. M.Kep, Ns.Bobby Febri Krisdianto, S.Kep,. M.Kep dan Esi Afriyanti, S.Kp.M.Kes serta mahasiswa Program Studi Sarjana dan Profesi Ners.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan skrining kesehatan beruba pemeriksaan tekanan darah untuk mendeteksi adanya penyakit hipertensi, pemeriksaan kadar kolesterol dan gula darah untuk mendeteksi faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Tim pelaksana menuturkan “kegiatan ini berdampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan awareness wanita terkait resiko penyakit jantung dan pembuluh darah, dan kami berharap langkah-langkah pencegahan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan dari kegiatan ini kami menemukan sejumlah masyarakat dengan tekanan darah yang tinggi dan memiliki riwayat hipertensi. Kita juga menemukan wanita dengan gula darah yang tinggi (>200 mg/dl) dan memiliki riwayat penyakit diabetes melitus. Temuan lain dari kegiatan ini yaitu sebanyak 9 orang memiliki kadar kolesterol yang tinggi (>200 mg/dl)” tutur ketua tim pelaksana. Masyarakat yang terdeteksi memiliki faktor resiko dan riwayat penyakit diberikan penjelasan dan edukasi untuk pengobatan dan perawatan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai upaya preventif dalam mengatasi dampak fatal dari penyakit sehingga masyarakat yang terdeteksi lebih awal dapat aware terhadap pemeliharaan kesehatan dan dapat mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img