spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Mahasiswa Program Pertukaran UNAND Belajar Kearifan Lokal Jorong Tabek, Solok 
<

Kategori -
- Advertisement -

Solok,BeritaSumbar.com,- Wisata merupakan salah satu sektor penting di Indonesia. Di era modern seperti saat ini, wisata telah menjelma menjadi kebutuhan bagi masyarakat hampir dari semua kalangan. Kegandrungan masyarakat akan wisata memberi dampak positif terhadap perekonomian nasional. Apalagi, sektor ini menjadi satu dari beberapa sektor utama penyumbang devisa negara.

Namun, pengembangan sektor ini menjadi prioritas pemerintah dan terus digadang-gadang sebagai calon penyumbang devisa terbesar. Indonesia memang memiliki potensi wisata yang luar biasa. Dari beragam bentuk wisata, wisata alam menjadi salah satu bagian yang terdepan.

Kualitas wisata alam yang ada di negeri ini tidak perlu diragukan lagi. Keindahan alam Indonesia mulai dari pantai, danau, bukit, pegunungan, hutan hingga gua bukan hanya digandrungi wisatawan lokal, tetapi juga menjadi magnet bagi para wisatawan mancanegara.

Wisata alam banyak digemari karena berbagai alasan,termasuk di antaranya alasan kesehatan. Alam dengan segala karakter dan keindahannya dinilai mampu menjadi penghilang stres sehingga sangat baik untuk kesehatan mental.

Kegemaran masyarakat terhadap wisata alam merupakan pemicu yang membuat perkembangan wisata alam di Indonesia melesat. Pada beberapa tahun terakhir, banyak sekali pembukaan desa wisata. Salah satu desa wisata yang terkenal di Sumatera Barat adalah di Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kabupaten Solok.

Berdasarkan hal tersebut, tempat ini dipilih menjadi tempat belajar mahasiswa program pertukaran UNAND untuk menginap di rumah warga Lokal. Alasan pemilihan desa wisata Jorong Tabek menurut Boby Febri Krisdianto, salah satu dosen modul nusantara,  adalah tidak hanya karena keindahan alam parawisatanya, namun juga dari kearifan lokal yang dimiliki jorong ini.

Insersi konten kearifan lokal dalam pembelajaran modul nusantara merupakan salah satu wujud dari implementasi pembelajaran kontekstual yang menekankan pada adanya konektivitas antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata di masyarakat.

 Berns dan Erickson(2001) dalam Komalasari (2013) mengemukakan bahwa: Contextual teaching and learning is a conception of teaching and learning that helps teacher related subject matter content to real world situations; and motivates students to make connections between knowledge and its applications to their lives as family members, citizen, and workers and engage in the hard work that learning requires (Berns & Erickson, 2001)

Selama perjalanan menuju tempat tersebut kami menyaksikan “mutiara” yang sangat indah. Keindahan alam yang ditawarkan sangat amat menggiurkan, melihat alam seindah alam di Swiss dan kebun the layaknya di Bogor membuat kita seperti sekali mendayung dua pulau terlampaui.

Ketika sampai di tempat tersebut, mahasiswa PMM grup satu Universitas Andalas disambut menggunakan tarian khas Minangkabau. Dengan antusias yang penuh mereka menyambut kami layaknya tamu agung. Tarian dilakukan dari tiga generasi, yakni dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

 Setelah penyambutan, kami langsung diarahkan menuju rumah pintar yang ada disana untuk makan siang terlebih dahulu. Setelah makan siang yang terdiri dari makanan ringan dan berat mahasiswa langsung dijemput oleh para pemilik home stay yang menjelma menjadi orang tua kita selama menginap disana. Setelah pergi ke rumah masing-masing, meletakan barang, dan berkenalan dengan keluarga kecil, kita langsung diantarkan kembali ke rumah batik dimana kegiatan selanjutnya dilaksanakan yaitu memasak rendang bersama warga lokal di sana.

Mahasiswadibagi-bagi menjadi beberapa tim seperti tim yang memotong daging, menyiapkan santan, menyiapkan bumbu, dan tim sabar dan kuat dalam mengaduk rending tersebut. Kurang lebih 3 jam kami memasak walau tidak benar-benar sampai matang karena kami diperintahkan untuk bersih-bersih dan kembali setelah sholat isya berlangsung.

Sampailah pada saat makan bersama, dingin yang menyeruak hingga menembus tulang tak terelakkan dengan kehangatan dan keramahan warga lokal jorong tabek tersebut. Dari anak kecil hingga orang tua betul-betul memperlakukan dengan sangat baik hingga sematan orang tua benar-benar melekat kepada mereka.

Setelah sesi makan, acara selanjutnya mahasiswa menyaksikan tari piring yang dipersembahkan oleh anak remaja di Jorong Tabek, bukan hanya tarian saja tetapi ada persembahan silat yang ditampilkan juga. Setelahnya perwakilan mahasiswa dippilih untuk dilatih gerakan dasar dalam silat masing-masing satu orang dari setiap kelompok. Setelah semua sesi berlangsung mahasiswa diperintahkan untuk kembali ke rumah masing-masing untuk istirahat agar bisa menjalankan kegiatan besok dengan nyaman.

Kegiatan pagi dihari minggu itu diawali dengan pergi ke pohon aren yang sudah siap diambil air nirahnya untuk diminum. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan jamu alami. Setelahnya kita pergi ke rumah batik lagi untuk menumbuk amping atau disebut dengan manumbuak ampiang, amping merupakan salah satu makanan khas di daerah Solok yang biasa disajikan kepada tamu sebagai makanan pembuka.

Tibalah pada penghujung acara yakni perpisahan dan pelepasan. Isti Anjelina Mohamad, mahasiswa program pertukaran dari Gorontalo dan berada di kelompok Tatisa menyatakan kesedihan dan rasa terimakasihnya di saat perpisahan. Walaupun hanya satu 2 hari 1 malam, namun diriny banyak membuat moment bersama warga lokal disana. Selain kesan dan pesan yang disampaikan dari berbagai kalangan ada satu moment yang sangat menyayat hati ini, yakni ibu-ibu kami menyanyikan lagi perpisahan sambal terisak air mata mereka. Sedih, bangga, terharu, dan rindu ketika menyaksikan moment tersebut. Air mata tak bisa dibendung lagi. Salim dan berfoto bersama menjadi penutup kegiatan di Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo.

Mahasiswa dibentuk oleh kondisi lokal yaitu kehidupan sosial-budaya dan kondisi alam disekitarnya, dapat diasumsikan bahwa pentingnya konteks kearifan lokal dalam pengajaran modul Nusantra  akan tumbuh ketika pembelajaran menjadi lebih berpusat pada siswa, tutup Bobby.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img