Padang,BeritaSumbar.com,- Sebagai seorang inspirator, dosen modul nusantara berperan menjadi fasilitator proses belajar mengajar. Poin ini sejalan dengan konsep merdeka belajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Merdeka belajar berarti bahwa peserta didik memiliki kewenangan untuk memilih asupan pengetahuan yang dibutuhkan. Mahasiswa atau mahasiswi tentu berbeda dengan siswa atau siswi pendidikan dasar dan menengah.
Mereka dapat dianggap telah memiliki bekal pengetahuan yang, cukup yang menjadi dasar memilih pengetahuan yang mereka perlukan. Menjadi dosen modul nusantara berarti menjadi fasilitator yang bertanggung jawab memberikan stimulan kepada peserta didiknya untuk kemudian mereka melengkapi apa yang mereka dapat di kelas dari beragam sumber keilmuan. Dengan kata lain bahwa dosen bukanlah satu-satunya pemilik otoritas pengetahuan di dalam kelas yang diajarkan tersebut, demikian penjelasan yang disampaikan oleh Boby Febri Krisdianto, sebagai dosen modul Nusantara di Universitas Andalas.
Oleh karena itu Pada tanggal 25 November 2022, 116 mahasiswa program pertukaran Universitas Andalas melakukan kegiatan nonton bareng (NOBAR) di XI1 Transmart padang, film berjudul “ Ranah 3 Warna “. Film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto tersebut bahkan sempat terpilih menjadi opening film dalam Jakarta Film Week 2021. Pesan yang ingin ditanamkan Dalam film ini, mengandung mantra yang dipegang teguh oleh Alif, yakni “man shabara zhafira” yang berarti bahwa siapa yang sabar akan beruntung. Terkadang sulit untuk bersabar, seakan hal tersebut adalah hal yang sia-sia. Namun, selalu ada hal baik yang bisa dipetik bagi mereka yang bersabar.
Ranah 3 Warna merupakan sekuel trilogi dari cerita Negeri 5 Menara yang juga mengisahkan seorang santri rantau berdarah Urang Awak, yaitu Alif sebagai tokoh utamanya. Alif (Arbani Yasiz) baru saja lulus dari Pondok Madani. Ia pulang ke Maninjau dan tak sabar untuk mulai berkuliah. Namun, sahabatnya, Randai (Teuku Rassya), ragu jika Alif bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi, karena tidak memiliki sertifikat Sekolah Menengah Atas. Ia mendapatkan sertifikat dan lulus ujian di Universitas Padjadjaran. Kemudian, kepergian ayah Alif untuk selama-lamanya membuatnya nyaris putus asa. Pepatah favoritnya, man jadda wa jada, yang diartikan sebagai “barang siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan mencapai tujuannya”, dirasa tidak cukup kuat untuk menghadapi kehidupan, sehingga ia mengingat pepatah favoritnya yang lain, yaitu man shabara zhafira, yang berarti “siapa yang bersabar akan beruntung”. Berbekal kedua mantra tersebut, Alif mencoba untuk tidak gentar menghadapi setiap rintangan dalam hidupnya.
Film ini tak hanya menguras emosi dan air mata, namun juga sarat akan pesan moral seakan memberikan motivasi dan inspirasi positif untuk berjuang dalam menghadapi hidup, karir, masa depan hingga percintaan. Ada 5 pelajaran hidup yang mengajarkan kepada kita tentang arti sabar.
- Semangat untuk mengejar mimpi dan cita-cita
- Adanya musibah bukan berarti dunia berakhir
- Sabar itu bukan berarti pasif, namun aktif mencari solusi
- Bersyukur adalah kunci kebahagiaan
- Persahabatan yang kuat dan solid
Alasan kenapa metode menonton bersama di Bioskop dipilih dalam kelas modul nusantara ini berawal dari perbedaan reaksi anak kita(atau bahkan diri kita sendiri) antara membaca buku denganmenonton video. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa merasa bosan. Sebaliknya, tatkala membaca sebuah buku, mungkin tidak sampai sepuluh lembar, sudah merasa mengantuk. Padahal tentu kita pada umumnya sama-sama melarang bahwa membaca buku jauh lebih bermanfaat daripada menonton video, sebab buku merupakan jendela ilmu pengetahuan.
Mengapa mereka tidak merasa bosan menonton video sekalipun menghabiskan waktu cukup lama? Karena ketika menonton video, kedua belah otak aktif menerima informasi. Otak kiri dan otak kanan harus diaktifkan secara bersamaan agar mereka tidak merasa bosan. Dosen modul nusantara yang menginspirasi dan menjadi suri teladan bagi mahasiswa.
Demikian juga dengan peserta didik ketika menerima materi ajar yang kita sampaikan. Kedua belah otak mereka harus aktif merespons bahan stimulan pembelajaran yang kami sajikan. Oleh karena itu, sebagai pendidik kita harus mampu menyediakan pilihan cara pembelajaran bagi peserta didik. Melalui nobar bioskop, secara menyenangkan belajar yentang budaya dan nilai-nilai menjadi sukses dalam film ranah 3 wana.
Perkembangan teknologi memungkinkan kita untuk memanfaatkan beragam platform media yang menarik, agar proses belajar mengajar dijalankan dengan cara yang menyenangkan. Sebagai contoh, kita bisa mencari film yang relevan dengan tema pembelajaran (seperti film ranah 3 warna dalam kelas modul Nusantara). Atau merekomendasikan podcast atau saluran tertentu yang dapat melengkapi materi yang telah kita berikan.
Metode pembelajaran dengan memanfaatkan beragam platform yang tersedia saat ini dapat mendukung proses belajar peserta didik sesuai profil mereka. Misalnya, seorang yang memiliki pola belajar auditori lebih cocok untuk mendengarkan podcast. Berbeda dengan pembelajar visual, yang lebih cocok menyaksikan tayangan video. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat memahami materi yang ditentukan dengan metode yang mereka buat minati, sehingga materi tersebut dapat lebih mudah dipahami. Melalui nobar bioskop diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa dengan tipe belajar baik itu yang tipe auditori atau yang tipe visual, tutup Boby.