spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

80 Mahasiswa Program Pertukaran Belajar Pengolaan Pangan di Sirungkam Dairy
<

Kategori -
- Advertisement -

Kabupaten Solok,BeritaSumbar.com,– Pangan adalah kebutuhan pokok yang esensial dan tidak dapat ditunda. Apabila terjadi kondisi kekurangan pangan di tengah masyarakat, maka hal tersebut dapat memicu ketidakstabilan ekonomi bahkan politik. Oleh karena itu, penyediaan pangan yang cukup bagi penduduk selalu menjadi prioritas setiap pemerintahan.

Akan tetapi produksi susu, yang penting juga, dalam negeri masih minim, rata-rata hanya sebesar 864.600 ton per tahun. Produksi tersebut baru memenuhi 19% dari total kebutuhan susu nasional yang mencapai sebanyak 4,5 juta ton. Kekurangan bahan baku susu ditutup dari impor sebesar 3,65 juta ton. Kebutuhan nasionalnya lebih besar, baru dapat (penuhi) 18-20%

Bagi peternak yang telah merasakan pahitnya meraih hidup sejahtera melalui bertani, akan mendorong anak-anaknya untuk mencapai ketinggian mungkin kemudian mencari pekerjaan di kota sebagai pegawai atau menjadi pengusaha. Menjadi peternak atau petani harus menguntungkan agar menarik bagi angkatan muda untuk menekuni pekerjaan ini. Teknik efisiensi usaha tani dan ternak seperti yang dijelaskan di atas merupakan salah satu yang bisa diadopsi agar usaha menanam padi lebih menguntungkan.

Oleh karena itu, Sirungkam Farm didirikan untuk memenuhi kebutuhan susu nasional dan juga meningkatkan minat pemuda untuk berkerja di bidang pertanian dan peternakan. Untuk mengunjungi Sirukam Dairy Farm, bisa diakses melalui jalan raya Solok-Alahan Panjang lebih kurang 25 kilometer dari Kota Solok. Sepanjang perjalanan, nuansa alam pun selalu terasa, pada 10 kilometer pertama dari Kota Solok, pengunjung akan disuguhi pemandangan Hamparan sawah di sisi kiri dan kanan jalan

Delapan puluh mahasiswa program pertukaran UNAND datang ke Sirungkam Farm pada tanggal 27 Novemver 2022 untuk melakukan berbagai kegiatan, mulai dari melihat matahari terbit, makan jagung bakar bersama, melihat proses pengolahan biji kopi, melihat proses pemerasan susu sapi, dan memetik strawberry. Tiga kegiatan yang akan penulis jelaskan dalam tulisan ini, yakni dari proses pengolahan biji kopi, pemerasan susu sapi, dan memetik strawberry.

Biji kopi yang dalam dairy sirukam ini terdapat dua kopi unggulan yakni biji kopi Arabica dan Robusta. Sang guide menyatakan bahwa proses pengolahan biji kopi akan menghasilkan rasa yang berbeda pula. Dalam proses pengolahan biji kopi di sirukam ini terdapat menjadi honey process, washed process, dan hybrid process. Selain itu pula, terdapat fakta menarik bahwa ketika ada biji kopi yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan maka biji kopi tersebut tetap diproduksi dan dijual namun dengan harga dibawah pasaran. Jadi, hal ini tidak menimbulkan limbah dari biji kopi yang gagal seleksi. Walau perjalan menanjak menjelajahi sirungkam Farm, mahasiswa modul nusantara akan menyaksikan keindahan hamparan Kabupaten Solok di sisi kanan jalan, jika cuaca bagus, akan terlihat jelas jajaran bukit barisan, dan wajah Kabupaten dan Kota Solok dari ketinggian.

Kegiatan selanjutnya adalah melihat proses pemerasan susu sapi, di Sirukam ini terdapat 150 ekor sapi dan yang sudah pada tahap laktasi baru 30 ekor sapi. Tiga puluh ekor sapi yang sudah laktasi ini sudah tahu  bahwa ia akan diperas susunya setiap harinya, dan ajaibnya mereka dengan tenang mengantri untuk diperah. Sang pengembala juga harus betul-betul menjaga mood dari sapi tersebut. Hal ini dikarenakan sapi-sapi tersebut sangat sensitive dan mood yang buruk itu bisa mempengaruhi kualitas dari susu sapi tersebut.

Perlu diketahui bahwa susu sapi ketika ingin diawetkan agar bisa bertahan lama harus dilakukan tahap pasturisasi, yaitu tahap mematikan bakteri-bakteri jahat dan dilakukan selama 2×24 jam dalam suhu 70o C. Jika susu sapi murni tanpa adanya tahap pasturisasi akan menjadi susu basi hanya dalam 4 jam.

Salah seorang dosen modul nusantra, Boby Febri Krisdianto , mengatakan, Sirukam Dairy Farm cukup berbeda dari destinasi wisata yang ada di Sumatera Barat, sehingga sangat cocok untuk edukasi wisata bagi mahasiswa. Didalam area seluas 20 hektar itu selain taman juga ada kandang sapi perah yang berjumlah lebih kurang 150 ekor, 500 lebih ayam kukuak balenggek, ayam petelor, domba, kambing dan berbagai tanaman hias. Salah satu tujuan sirukam dairy farm ini yakni untuk mengedukasi pengunjung tentang kandang, khususnya biara modern. Harapannya mahasiswa dapat tertarik dapat mengembangkan industry pertanian dan peternakan.

Kegiatan penutup di dairy Sirukam adalah memetik strawberry. Strawberry yang hanya bisa hidup di dataran tinggi dikarenakan memerlukan suhu dibawah 20o C. Maka dari itulah yang membuat strawberry bisa hidup dengan sehat di sirukam karena suhu di sana bisa mencapai 15o C.

Sebelum kepulangan kelompok Modul Nusantra, Tatisa, juga mengunjungi Istano Baso di Pagaruyung merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi untuk lebih mengenal Minangkabau di Sumatera Barat. Bisa merasakan sensasi menggunakan pakaian khas Minangkabau merupakan salah satu moment berharga dan lebih terasa indah jika dilakukan bersama TaTiSa.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img