Jakarta,- Kamis 23/6 siang Political & Public Policy Studies (P3S) gelar webinar daring melalui aplikasi zoom. Hadir sebagai pembicara dalam webinar tersebut Dr Emrus Sihombing, Kunto Wibowo PhD, Dr Jerry Massie PhD, Prof.DR. Hendrawan Supratikno, dan Prof.DR.R. Siti Suhro.
Webinar kali ini bertajuk “Peluang Puan Maharani di Pilpres 2024 Mendatang” Memang saat ini ada beberapa nama nama dari tokoh perempuan Indonesia mulai mengapung untuk dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden dalam Pilpres mendatang. Namun Nama Puan diatas kertas masih teratas untuk kandidat perempuan.
Apalagi dengan jabatan yang dipegang dan punya partai yang menjadi pemenang pemilu pada 2019 lalu.
Berikut ulasan para tokohj politik dan pemerhati politik dalam webinar tersebut.
DR Jerry Massie PhD (DIrektur P3S)
PDIP akan sangat kuat pada Pilpres 2024. Bayangkan saja bukan hanya mereka menguasai 128 kursi di DPR tapi mereka memilik 215 kepala daerah di Indonesia.
Akan menarik di pilpres kalau ada capres dari kalangan perempuan atau female. Jadi, Puan punya potensi untuk itu, bisa maju capres ataupun wakil presiden.
Megawati yang menentukan siapa capres PDIP. Ingat, pada pemilu 2019 lalu ada 187 juta di dominasi oleh pemilih perempuan.
Jadi Puan harus menjangkau kelompok gender terlebih dulu. Dari perfromance politik Puan sosok yang alami, punya pemgalaman Menteri dan kini Ketua DPR.
Ada banyak negara yang berhasil dipimpin perempuan misalkan PM Inggris Marhareth Teacher, PM India Indira Gandhi sampai Presiden Pakistan Benazir Bhutto.
Di Indonesia juga lernah dipimpin presiden perempuan yakni Megawati Soekarnoputri juga ibunda Puan Maharani.
Beda di Amerika capres didominasi kelompok male atau pemimpin maskilin bukan feminin lantaran sejak awal konstitusi mereka hanya Male (pria) yang bisa memimpin negara adikuasa ini.
Selain.itu Anglo Saxon, Protestant dan White (kulit putih).
Tapi berbeda demgan Indonesia, yang mana tak ada Undang-undang yang melarang perempuan menjadi capres.
DR Emrus Sihombing (Pakar Komunikasi Politik)
Puan Maharani merupakan tokoh inklusif dan pluralis. Puan sangat mempuni menjadi Presiden kita ke depan (2024 – 2029). Saya pikir Puan ini adalah tokoh yang baik.
Seorang tokoh harus dilihat dari kualitasnya, bukan berdasarkan hitungan elektabilitas maupun popularitasnya.
Puan adalah tokoh berkualitas. Pembicaraan publik harus bergeser, tidak lagi pada sosok elektabilitas dan popularitas, tetapi tokoh yang berkualitas.
Kunto Wibowo (Direktur Kedai Kopi)
Waktu survei di Jateng Ganjar meraih 80 persen suara tapi saat final Ganjar meraih 60 persen suara.
Jadi 60 persen ini suara Puan Maharani yang mendikung Ganjar.
Selanjutnya kalau mau sukses di pilpres maka Puan harus lebih merangkul rakyat kecik atau wong cilik.
Di masa pandemi justru pemimpin perempuan sangat sukses memimpin negaramya contoh Selandia Baru yang dipimpin seoramh perempuan dan negara ini sukses mengatasi malasah Covid-19.
Prof DR R Siti Suhro (Peneliti Senior BRIN)
Puan sudah teruji mulai dia Ketua Komisi di DPR sampai jabatannya saat ini.
Jadi Puan tak lahir dari pemimpin yang instan dia digembleng dan susah melalui ujian.
Saya sangat percaya kalau Puan akan dipilih Megawati. Tak mungkin Mega memilih kader lain selain anaknya.
Saya sebagai perempuan sangat mendukung beliau. Kendari saya belum pernah berbicara langsung dengan Puan Maharani.
Melihat latar belakang Puan cucu Presiden Soekrarno maka ini menjadi keuntungan bagi dia.
Menariknya Puan bukan tipikal pemimpin yang gemar pencitraan dia sosok yang apa adanya. Serta kualitasnya suah tak dapat diragukan.