spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Video Pengisian BBM Tidak Wajar Di SPBU Viral Di Medsos
V

Kategori -
- Advertisement -

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Salah seorang pengguna akun Facebook mengunggah video pengisian BBM jenis Solar yang tidak wajar terhadap salah satu kendaraan di salah satu SPBU di Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota.

Beginilah mafia minyak di pangkalan50koto sesuka hatinya mengisi solar, tulis pemilik akun di postingan video tersebut.

Video berdurasi 2 menit 51 detik yang diunggah pemilik akun fb M Lucky di berandanya dan di bagikan ke group fb Kaba Payakumbuh tuai beragam komentar netizen.

Salah satu netizen yang bernama akun FB Datuak Mangguang meminta kepada pejabat Pertamina agar menutup pombensin nya dan ada juga netizen berharap pihak terkait Polres 50 kota bersama jajarannya bisa menelusuri kejadian seperti ini.

Karena bagaimanapun kondisi sekarang masyarakat sangat resah dengan kelangkaan BBM terutama jenis Solar,”ucap Netizen.

Sementara itu salah satu sopir yang enggan yang di sebutkan namanya juga menyatakan kekesalan dan merasa resah, padahal sudah ada larangan pembelian Solar dengan menggunakan tengki yang diduga di modifikasi namun ternyata tidak membuat oknum pelangsir BBM kehabisan akal membeli BBM di SPBU tersebut,”ujar sumber Sabtu 9/4 malam kepada wartawan.

Viralnya video tersebut, awak media Luak Limopuluah mencoba menelusuri lansung ke pihak SPBU Pangkalan. Saat di konfirmasi melalui pesan singkat whatsaapnya, Zami yang di ketahui manejer di SPBU tersebut mengatakan bahwa kejadian tersebut kira-kira seminggu yang lalu dan itu pun di saat solar lagi susah-susah nya,serta masyarakat berebut untuk mendapat kan nya, dengan segala cara, bahkan keterangan anggota operator saya malah sampai di ancam.

Kami dari pihak SPBU tidak membiarkan kejadian seperti ini, malahan operator yang bekerja sudah di beri Surat peringgatan(SP),dan di saat kejadian kami juga sampai melapor ke Polisi supaya di tertibkan,”tulis Zami menjelaskan.(tim)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img