Padang pariaman, BeritaSumbar.com,-Maiyulis, Maju sebagai calon walinagari Lareh Nan Panjang Barat pada Pilwana 4 April 2018 mendatang semata mata ingin mengabdi untuk nagari ini. Dan juga mendapat dorongan serta dukungan dari tokoh masyarakat baik yang berada di kampung maupun di perantauan.
Nagari Lareh Nan Panjang Barat adalah nagari pemekaran dari Nagari Lareh Nan Panjang. Dengan adanya pemekaran itu, sangat banyak potensi dalam nagari yang bisa dikembangkan untuk memajukan nagari, ujar Asrul Maiyulis beberapa waktu lalu.
Jika ia terpilih nantinya, tentu semuanya akan dirangkul dalam memajukan nagari, mulai dari ninik mamak, pemuda, serta pelajar dan tokoh masyarakat. “Kalau terpilih menjadi wali nagari, kita jalin silaturahim bersama tokoh masyarakat, baik yang dikampung maupun yang berada di perantauan, dengan itu diajak semuanya untuk meningkatkan pendidikan dengan konsep babaliak kanagari yang sesuai dengan tatanan adaik basandi syarak dan syarak basandi kitabullah,” kata Damai sapaan akrab Asrul Maiyulis ini.
Kalau masalah berkecimpung dalam nagari, Asrul Maiyulis sudah lama berkecimpung dalam nagari, tentu sudah mengetahui pahit dan manisnya cara bernagari, karena ia selama ini sudah pernah menjadi kapalo mudo dalam nagari tersebut, dan ia cukup dikenal oleh masyarakat di empat korong yang ada dalam Nagari Lareh Nan Panjang Barat, yaitu Korong Apa, Korong Bungin, Korong Badinah dan Korong Toboh Karambia.
Sebelum nagari ini dimekarkan, masih Nagari Lareh Nan Panjang, Asrul Maiyulis yang akan akrab disapa Damai itu sudah mencalonkan diri sebagai wali nagari, tapi nasib menjadi belum ada maka ia mendapatkan suara terbanyak nomor dua. “Dulu, sebelum nagari mekar, saya juga mencalonkan diri dan alhamdulillah mendapatkan suara terbanyak nomor dua, tentu dengan ini sudah menjadi modal utama bisa meraup suara terbanyak InsyaAllah,” kata Damai.
Meski sekarang ini perpolitikan sudah mulai hangat menjelang pemilihan, tentu akan disikapi dengan tenang dan kepada masyarakat tentu kita berharap agar memberikan hak suaranya nanti dalam pilwana Lareh Nan Panjang Barat. “Saya tentu membutuhkan doa dan dukungan dari masyarakat agar saya bisa menjadi wali nagari. Kalau seandainya masyarakat memberikan amanah ini, tentu saya siap menjalankannya dan mari secara bersama membangun nagari,” pinta Damai.
Nantinya, kita akan meningkatkan kualitas pendidikan kepada anaka-anak yang berada dalam nagari ini, karena pendidikan itu sangat menentukan generasi penerus nantinya. Disetiap korong akan dibuat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), atau dihidupkan kembali jika ada PAUD atau TK yang ada dalam korong. “Selain menghidupkan PAUD dan TK, kita juga menekan kepada sekolah yang ada dalam nagari untuk memberikan pendidikan adat dan budaya, selain disekolah adat dan budaya ini juga diberikan di laga-laga atau tempat yang telah ditentukan, kalau semua ini terlaksana semua anak-anak di nagari ini bisa berkualitas dalam segala bidang, tentu semua ini butuh dukungan dari semua tokoh masyarakat yang berada di kampung dan dirantau,” tambahnya.
Dalam pencalonan wali nagari, Asrul Maiyulis mendapatkan nomor 4 dari 4 calon, tentu dengan ini sebuah keberuntungan nantinya, karena pada pemilihan wali nagari (Pilwana) serentak di Padang Pariaman akan dilaksanakan pada bulan 4-4-2018, dan ini sesuai pula dengan nomor urut calon wali nagari yang didapatkannya yaitu nomor 4. “Untuk itu, kepada masyarakat nagari Lareh Nan Panjang Barat untuk memberikan hak suaranya kepada saya no 4 Asrul Maiyulis, insyaAllah saya siap menjalankan amanah sebagai wali nagari nantinya,” ulasnya.(BB)