Limapuluh Kota,Beritasumbar.com-Kemarau panjang melanda Limapuluh Kota mulai membawa petaka.Tidak hanya kekeringan,tapi kebakaran lahan dan hutan makin meluas.
Sudah ratusan Hektar hutan dan lahan pertanian masyarakat ludes di makan api. Hal ini juga berdampak akan air bersih serta pasokan air untuk pertanian. Di Lima kecamatan yang ada di limapuluh kota saat ini BPBD bersama instansi terkait serta masyarakat bajibaku memadamkan api.
Semenjak Minggu 9/10 kemaren BNPB sudah menurunkan 1 unit Helikopter untuk membantu pemkab Limapuluh Kota memadamkan api di perbukitan yang merupakan hutan dan lahan produktif warga. Hal ini mengingat lokasi kebakaran yang tidak bisa di jangkau damkar dengan peralatakan mobil damkar.
30 titik lokasi kebakaran yang ada di Limapuluh Kota termasuk lokasi yang sulit di jangkau armada Damkar Limapuluh Kota dan kota payakumbuh. Dengan Helikopter pemadaman dengan sistem water bomber bisa meminimalisir perluasan kebakaran dan bahkan beberapa titik sudah bisa di katakan padam.
hal ini di sampaikan Bupati dan wakil bupati limapuluh kota bersama jajaran terkait di posko penanggulangan bencana kebakaran lahan dan hutan Limapuluh Kota di GOR Singan Harau Selasa 11/10 kepada awak media.
AKBP Bagus Supratomo Sik kapolres Limapuluh kota dalam pertemuan dengan awak media bersama Pemkab mengatakan saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan antisipasi kebakaran baru. Kita sudah terjunkan personil kelapangan dalam tugas pelacakan dan sosialisasi akan bahaya kebakaran hutan dan lahan,ujar Kapolres yang turun lansung bersama anggota dalam penanggulangan bencana kebakaran ini.
Kita sampaikan kepada masyarakat untuk hati hati dalam urusan pembakaran terutama dekat lahan dan hutan,mengingat cuaca panas dan angin bertiup kencang sangat cepat menyebarkan api.kata kapolres saat memberikan sambutan singkatnya.
Dalam kesempatan itu Seksi Bisop Lanud Padang Lettu Sucipto Wiranto ikut menerangkan proses water bombing dengan menggunakan helicopter. Ia mengakui upaya pemadaman di wilayah perbukitan Harau bukan hal mudah.

“Water bombing di kawasan perbukitan ini berbeda dengan pemadaman di Riau yang relative datar. Apalagi di lembah Harau atau di kawasan taram yang titik apinya berada di celah antara dua bukit,” ujar Sucipto.
Ikut hadir dalam acara itu Sekdakab Limapuluh Kota Yendro Tomas, pihak BPBD Sumbar dan Kabupaten Limapuluh Kota, Pihak Dinas Kehutanan, KSDA dan sejumlah pihak terkait lainnya.