25.3 C
Padang
Saturday, September 26, 2020

Tukang ojek Jakarta pasrah soal harga BBM

Jakarta – Kalangan `tukang` ojek di Jakarta mengaku pasrah jika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan oleh pemerintah.

“Kami sebagai rakyat kecil hanya bisa pasrah. Kalau BBM dinaikkan, kami tinggal menaikkan ongkos ojek saja,” kata Herdi Nusa (48), warga Kuningan, Jakarta Selatan, kepada Antara, Senin malam.

Sambil berkendara di atas sepeda motor `butut` miliknya itu dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat menuju Hotel Atlet Century Park, ayah tiga anak ini bercerita, bahwa selama beberapa tahun ini, kalaupun harga BBM tidak naik, namun yang namanya rokok tetap saja naik harganya.

“Padahal itu `racun` yang dihisap jutaan masyarakat di mana pun. Makin naik harganya, rokok malah makin laris. Terus kalau harga BBM dinaikkan, kenapa harus `sewot`,” katanya.

Menurut dia, rakyat kecil memang sangat menyayangkan rencana penaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah, namun bukan harus melakukan aksi-aksi anarki.

“Saya nggak tahu, yang menggelar aksi unjuk rasa itu siapa, tapi yang jelas kami kalangan tukang ojek tidak begitu mempedulikan kenaikan harga BBM,” katanya.

Namun Herdi mengharapkan, kenaikan harga BBM bersubsidi sebaiknya dilakukan secara berlahan hingga di kemudian hari dihapuskan subsidinya.

“Tapi harus ada solusi tentang masalah rakyat lainnya. Seperti janji pemerintah untuk memberikan pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat,” katanya.

Keseharian, Herdi mengakui selain mejadi tukang ojek, dia juga berprofesi sebagai guru les piano dan orgen tunggal.

“Awalnya murid saya ada lima orang, tapi sekarang tinggal dua orang. Satu orang murid membayar Rp700 ribu per bulan untuk delapan kali pertemuan,” katanya.

Dia mengakui, untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tidak cukup hanya bekerja sebagai tukang ojek saja, terlebih tingkat kebutuhan hidup di Jakarta yang begitu besar.

“Kalau hanya menjadi tukang ojek saja, mana cukup untuk membiayai makan dan sekolah tiga orang anak saya. Satu bulan, dari `ngojek` saya paling besar dapat uang Rp800 ribu sampai Rp1 juta,” katanya.

Sementara, kebutuhan keluarga satu bulan mau lebih Rp3 juta, bahkan untuk menutupi kekurangan, dia harus `gali lobang tutup lobang`. (FZR/KWR)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kembali tempatkan no 1, Hendrajoni – Hamdanus untuk Pessel Unggul dan Sehjatera

Pesisir Selatan,-Kembali menempatkan no urut 1, bakal calon bupati Hendrajoni - Hamdanus bakal calon wakil bupati, Kabupaten Pesisir Selatan yang didukung tiga...

MPC Pemuda Pancasila Pessel, Berkomitmen Dukung Kamtibmas di Kabupaten Pessel

Pesisir Selatan,-Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pesisir, Welly Hendra melalui Humas MPC Pemuda Pancasila, Rega Desfinal menegaskan jika, MPC...

Porbi Padang Pariaman Nyatakan Dukungan Pada Pilkada Serentak 2020

Padang Pariaman, beritasumbar.com. Organisasi Porbi Kabupaten Padang Pariaman siap dukung Paslon Refrizal - Happy Neldi dalam Pilkada Bupati - Wakil Bupati Padang...

Yuswir Arifin, Tidak Ada Nomor Keramat

Sijunjung, Berita Sumbar---Tidak ada nomor keramat, hanya Tuhan yang memiliki kekuasaan dan kete tuan siapa yang akan menjadi Bupati Lima Tahun mendatang,...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

MPR RI Bangun Sinergitas dengan Perbumma Adat Nusantara, Angkat Program Kampung Empat Pilar

JAKARTA – Dengan telah digagasnya Perbumma (Perkumpulan Badan Usaha Milik Masyarakat) Adat Nusantara oleh KUP Suta Nusantara, Perbumma selalu menggencarkan program-programnya untuk...

Pernyataan Sikap PBNU Terhadap Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

بسم الله الرحمن الرحيم Mencermati perkembangan penanggulangan pandemi Covid-19, Nahdlatul Ulama membersamai segala ikhtiar, doa dan tawakal guna menanggulangi...

Pilkada Ditengah Pandemi, Bagaimana Menurut Pembaca?

Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 ditengah pandemi banyak mendapat tanggapan dari pengamat politik maupun kesehatan masyarakat. Bahkan ada yang mengusulkan pilkada diundur sementara...

Dadung Hari Setyo: KUP Suta Nusantara Gagas Terbentuknya PERBUMMA Adat Nusantara

JAKARTA – Gagasan / ide terbentuknya Perkumpulan Badan Usaha Milik Masyarakat (Perbumma) Adat Nusantara, adalah buah dari hasil diskusi dengan tokoh masyarakat...
- Advertisement -