24 C
Padang
Sabtu, Desember 13, 2025
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tim Pengabdian Masyarakat UNAND Bantu Pulihkan Ekonomi Masyarakat Bukik Batabuah Pasca Galodo dengan Program Peternakan
T

Kategori -
- Advertisement -

Agam, BeritaSumbar.Com– Bencana banjir lahar dingin atau galodo serta tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat pada awal Mei 2024 akibat curah hujan tinggi di hulu Gunung Marapi, Kabupaten Agam. Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang. Galodo ini merusak infrastruktur, sawah, ladang, serta rumah warga, sehingga banyak penduduk kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

Dampak bencana tersebut menurunkan taraf perekonomian masyarakat akibat rusaknya berbagai usaha seperti pertokoan, pertanian, dan peternakan.

Sebagai bentuk kepedulian, Universitas Andalas (Unand) mengirimkan 25 mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk membantu pemulihan kehidupan di Nagari Bukik Batabuah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Dari 25 mahasiswa tersebut, delapan orang berasal dari Program Studi Peternakan yang diharapkan dapat mengembangkan sektor peternakan sebagai alternatif usaha untuk memulihkan ekonomi masyarakat pascabencana.

Dr. Reswati, S.Pt., MP, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa MBKM Prodi Peternakan, bersama tim yang terdiri dari Dr. Aronal Arief Putra, S.Pt., M.Sc., Linda Suhartati, S.Pt., M.Si., dan Sadri, S.Pt., melaksanakan program pengabdian masyarakat di nagari tersebut. Kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa MBKM terutama dari Prodi Peternakan. Fokus kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan penetasan telur itik menggunakan mesin tetas.

Mesin tetas adalah perangkat yang digunakan untuk menetaskan telur unggas secara buatan, dengan mengatur suhu, kelembaban, dan ventilasi yang optimal bagi perkembangan embrio.

Dengan menggunakan mesin tetas, peternak dapat meningkatkan efisiensi dan jumlah penetasan tanpa bergantung pada induk alami. Manfaat utamanya adalah kemampuannya untuk menetaskan telur sepanjang tahun, menghemat waktu dan tenaga, serta menghasilkan penetasan dalam jumlah besar secara serentak.

Mesin ini juga memungkinkan kontrol penuh terhadap kondisi lingkungan telur, mengurangi risiko kegagalan penetasan, dan menjaga kesehatan induk unggas.

Dalam pelatihan, tim Pengabdian Masyarakat menjelaskan prosedur penetasan secara runut kepada peternak.

Langkah pertama yang diajarkan adalah pemilihan telur berkualitas, yaitu telur yang bersih, tidak retak, dan berukuran seragam untuk memastikan hasil penetasan optimal. Setelah itu, peternak diperlihatkan cara memasukkan telur ke dalam mesin tetas yang diatur dengan suhu sekitar 38-38,5°C dan kelembaban 60-70%. Pembalikan telur dimulai pada hari kelima sambil melakukan peneropongan untuk memeriksa telur fertil atau infertil.

Pembalikan dilakukan setiap pagi dan sore hingga hari ke-25 untuk memastikan perkembangan embrio yang merata. Pada hari ke-26 hingga ke-30, kelembaban dinaikkan dengan cara menyemprotkan air untuk mempermudah proses penetasan.

Saat anak itik mulai menetas pada hari ke-27, anak itik dibiarkan mengering di dalam mesin sebelum dipindahkan ke kotak pemeliharaan.

Mesin tetas ini dihibahkan kepada masyarakat Bukik Batabuah yang penggunaannya akan diatur oleh Walinagari.

Tim berharap kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dan dapat membantu memulihkan perekonomian warga yang terdampak galodo, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa yang terlibat dalam program MBKM.

Penulis: Dr. Reswati, S.Pt., MP

Dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img