Tidak Sampai Sebulan Usai Dibuat, Banda Buangan Ditimbun Dan Ditanami Pisang Oleh Warga

96

Pariaman,beritasumbar.com, Masyarakat Desa Sungai Rambai Kecamatan Pariaman Utara timbun dan tanami pisang diatas pengerjaan banda(Saluran) buangan yang bangun sebulan yang lalu .

Pembangunan draenase banda buangan tersebut mengunakan dana Desa yang dikelola oleh TPK (Tim Pelaksana Kegiatan ) di desa tersebut dengan pagu anggaran sekitar 19 Jutaan dengan rentang 35 M (hal ini disampaikan oleh Suharlis Kepala Desa) .

Kegiatan tersebut menimbulkan polemik terhadap masyarakat pemilik tanah dengan pihak Perangkat Desa dan akhirnya ditimbun kembali serta ditanami pisang tanda larangan dibangunnya banda buanagan dilokasi tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat  inisial “M”di Desa tersebut kepada wartawan media ini dilokasi tempat kejadian perkara Minggu, 23/6 menuturkan  ” kami masyarakat Desa Sunggai Rambai tidak pernah diajak koordinasi alias diberitahu oleh pihak Kepala Desa terkait pelaksanaan kegiatan tersebut termasuk pemilik tanah tanpa permisi terlebih dahulu rencana pembuatan banda tersebut”.

Sementara pelaksanaan kegiatan yang menelan biaya 19 jutaan tersebut dengan kondisi hampir selesai pasang batu itu dihentikan dan ditimbun kembali oleh masyarakat serta ditanami pisang.

Suharlis Kepala Desa ketika dihubungi melalui telpon seluler 08217432xxxx oleh media ini, minggu 23/6 sekitar jam 11.15 Wib  menyampaikan terkait penghentian pengerjaan banda buangan tersebut ” Saya sebelunya sudah memerintahkan kepada TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) untuk memberitahukan terlebih dahulu kepada pemilik tanah sebelum kegiatan dilakukan, tetapi informasi balasan belum saya terima, kemudian ketika pengerjaan dimulai ternyata masyarakat pemilik tanah menolak dan kini keadaanya terbengkalai. Terkait angaran dana desa yang diperuntukan kepada kegiatan tersebut sekitar 19 Jutaan dengan rentang 35M” jelas Kades.

Menurutnya  (Kades) ketika salah seorang masyarakat pemilik tanah ada saudaranya dari perantau yang kurang setuju pelaksanaan kegiatan banda tersebut” sangah Suharlis .

Meskipun demikian kami menyadari hal tersebut dan mencarikan solusinya dengan masyarakat terkait pembuatan banda buanga itu yang rencananany Hari Selasa, 25/6 diadakan rapat guna untuk membahas hal tersebut serta mencari solusi yang baik antara Pihak Desa dan Masyarakat” akhir Kades. (syamsul)

loading...