31 C
Padang
Minggu, Mei 19, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Terus Terbakar, Helicopter Jatuhkan Bom Air Di Lembah Harau
T

- Advertisement -

Limapuluh Kota – Hampir dua minggu kebakaran hutan yang melanda, Lembah Harau Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Akhirnya, satu unit helikopter bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mulai beroperasi memadamkan kebakaran yang terjadi disalah satu kawasan objek wisata yang mendunia itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Nasriyanto saat dihubungi media ini, Minggu mengatakan helicopter jenis bell 412 call sign PK PUV sampai di lapangan sepakbola Kawasan Gor Singa Harau kemarin sekitar jam 15.30 WIB

“selain melakukan pemantauan, saat ini helikopter itu fokus memadamkan api di Kawasan Lembah Harau, setelah pindah ke lokasi lain,” kata dia.

Menurutnya, dengan didahulukan memadamkan titik api di Lembah Harau karena kawasan tersebut merupkan cagar alam serta salah satu lokasi wisata andalan yang ada di kabupaten Limapuluh Kota.

Nasriyanto memperkirakan, pihaknya mencatat setidaknya ada 15 hektar hutan di kawasan tersebut terbakar, dimana lokasinya berada di tiga titik. Dirinya juga mengaku, lokasi kebakaran itu tidak dapat ditempuh oleh mobil pemadam kebakaran, hal itu sebabkan beberapa faktor, diantaranya sulitnya akses serta lokasinya berada diperbukitan yang terjal.

Pihaknya, memperkirakan jika besok helikopter tersebut beroperasi satu hari penuh, maka diprediksi titik api di Lembah Harau dapat di padamkan, dan kemudian pindah ke lakasi yang lain.

dirinya juga menyebut, masih ada beberapa lokasi di empat kecamatan yang dilanda musibah kebakaran, diantaranya Kapur IX, Harau, Luak, dan Lareh Sago Halaban, dimana luas area yang lalap itu mendekati 200 hektar.

Adapun lokasi yang terbakar tersebut mayoritas adalah kawasan perbukitan. Pihaknya sudah melakukan beberapa uapaya memadamkan api, namun yang berhasil hanya sebagian yang dapat ditempuh armada dan peralatan yang tersedia.

Ia menambahkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hanya memberikan izin pengoperasian helikopter selama empat hari, namun pihaknya berharap sampai semua titik api berhasil dipadamkan.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img