spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tekan Inflasi, Wabup Sijunjung Launching Penanaman Cabai Merah
T

Kategori -
- Advertisement -

Sijunjung, beritasumbar.com – Wabup Sijunjung Iraddatillah, S.Pt bersama Forkopimda dan Kepala OPD berkesempatan melakukan penanaman perdana cabai merah pada lahan milik Kelompok Tani Situalang di Nagari Mundam Sakti, Kecamatan IV Nagari, Rabu (14/9).

Menurut Wabup, Berdasarkan data BPS inflasi tertinggi kedua di Indonesia adalah Sumatera Barat, karena itu kita mendorong agar produksi pangan tetap berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dalam bidang pembangunan sektor ketahanan pangan, kita seringkali dihadapkan pada kendala pembebasan lahan. Untuk itu kita selalu mengharapkan agar dalam merencanakan pembangunan dipastikan terlebih dahulu kesiapan pemilik dan ketersediaan lahannya” katanya.

Temu lapang dalam rangka launching penanaman cabai merah mengurangi dampak inflasi di Keltan Situalang, Nagari Mundam Sakti.

Ketua Keltan Situalang Firmansyah menyampaikan Situalang sebelumnya adalah daerah yang sulit dijangkau, namun sekarang berkat adanya jalan tembus menuju Nagari Kandang Baru yang tengah dikerjakan sekarang maka akses pembangunan semakin terbuka kedepannya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung Ir. Ronaldi pada kesempatan ini juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan keluarga serta meningkatkan taraf perekonomian.

Launching penanaman cabai merah mengurangi dampak inflasi ini turut dihadiri oleh Kapolres Sijunjung, Dandim 0310/SS, Kajari Sijunjung, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diantaranya, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Adri, S.Pt, Kepala Dinas Dagperinkop IKM Ir. Yulizar, MP, Kepala Disnakertrans Khamsiardi, SSTP, M.Si, Asisten I Hasmizon, M.Si, Kepala BAPPPEDA, Kadiskominfo, Kadis PUPR, Kadinsos PPPA, Kabag Perekonomian, dan Camat IV Nagari. (Alim)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img