26.8 C
Padang
Saturday, September 19, 2020

Tanpa Jantung, Pisang Kepok Tanjung Atasi Penyakit Layu Bakteri

Solok,BeritaSumbar.com, – Penyakit layu bakteri (Blood Disease Bacterium) menjadi masalah nasional bagi perpisangan di Indonesia, terutama pisang Kepok. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dibawa serangga yang hinggap di bunga jantan atau jantung. Karena tak memiliki jantung, pisang Kepok Tanjung bisa terhindar dari serangan penyakit layu bakteri.

Penyakit layu bakteri ditemukan dihampir seluruh wilayah pengembangan tanaman pisang. Untuk itu, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) mengadakan ekplorasi atau survei keragaman pisang. Pada 1996 ditemukan satu kultivar pisang Kepok di Pulau Seram, Maluku Tengah yang tidak berjantung dan tidak terkena penyakit layu bakteri, dengan nama lokal pisang Sepatu Amora.

Peneliti Balitbu Tropika, Agus Sutanto mengungkapkan karena pisang lokal ini tidak memiliki jantung sehingga mengurangi peluang didatangi serangga pembawa bakteri. Setelah evaluasi selama 10 tahun, pada 2007 pisang ini dirilis dengan nama Kepok Tanjung singkatan dari kepok tanpa jantung.

“Jantung sebenarnya adalah bunga sehingga memfasilitasi serangga pembawa bakteri hinggap. Bakteri ini bergerak dari bunga menuju pisang kemudian ke daunnya sehingga menguning dari atas. Karena tidak memiliki jantung mengurangi peluang didatangi serangga,” tutur Agus di Kebun Percobaan Aripan milik Balitbu Tropika di Solok, Sumatera Barat pada Selasa (19/2) lalu.

Selain menjadi media penyebaran penyakit layu bakteri, lanjutnya, jika sudah menjadi jantung fungsi untuk tanaman sudah tidak ada. Bahkan jantung akan menyerap nutrisi sehingga buah tidak begitu berkembang secara maksimal.

Pembuangan jantung dilakukan untuk mencegah penularan penyakit layu bakteri secara alami yang disebarkan oleh serangga. Namun seringnya, masyarakat membuang jantung menggunakan pisau yang mengandung bakteri. “Maksudnya menghindari penyakit tetapi malah menyebarkan penyakit, karena itu pisau harus disterilkan,” terang Agus.

Karena Kepok Tanjung tidak tidak mempunyai jantung, maka tidak diperlukan lagi pekerjaan membuang jantung seperti pada tanaman pisang pada umumnya. Keunggulan lainnya, tidak seperti pisang kepok lainnya yang terasa asam, varietas ini manis dengan kandungan total padatan terlarut (TSS) sebesar 29-30% Brix.

Pisang Kepok Tanjung memiliki warna kulit buah matang kuning, warna daging buah matang kuning orange, dan tekstur buah kenyal. Pisang yang cocok untuk pisang olahan ini memiliki daya simpan pada suhu kamar 15-21 hari, dan potensi hasil 20-30 ton/ha/tahun. Jumlah sisir per tandan sekitar 15-18 sisir dengan bobot 15-25 kg/tandan.

Untuk penyebarluasan pisang Kepok Tanjung, Balitbu Tropika memberikan benih sumber ke berbagai daerah seperti di Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, dan lain-lain. Balitbu Tropika juga mengadakan bimbingan teknis untuk perbanyakan benih Kepok Tanjung.

Saat ini, permintaan benih Kepok Tanjung makin meningkat, karena itu dibuat kebun induk Kepok Tanjung Aripan yang teregistrasi BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) untuk menjaga kemurnian Kepok Tanjung. Kelas benih yang dihasilkan adalah label ungu, artinya tanaman yang dihasilkan oleh rumpun ini digunakan sebagai tanaman induk Kepok Tanjung.(*)

 

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Adaptasi Kebiasaan Baru,Polres Tanah Datar Lakukan Operasi Yustisi.

Tanah Datar,Beritasumbar.com - Polres Tanah Datar laksanakan kegiatan Operasi Yustisi antisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), berupa Pendisiplinan Penerapan Protokoler Kesehatan dalam adaptasi...

Senin, RSUD dr Adnaan WD Kembali Dibuka

Payakumbuh, - Satu pekan layanan RSUD dr. Adnaan WD ditutup, sebagai imbas dari 8 orang petugas dinyatakan positif Covid-19 pada hari Minggu...

Muhammad Nur Rais Syuriah – Taufik Pimpim Tanfidziyah PCNU Kota Pariaman 2020-2025

Pariaman, beritasumbar.com,-Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengungkapkan salut dan kagum dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi yang lahir jauh sebelum kemerdekaan ini,...

Agar Tidak Diblokir, Begini Cara Lapor Ponsel yang Dibeli dari Luar Negeri

Aturan pemblokiran ponsel ilegal atau black market (BM) melalui identifikasi nomor IMEI telah resmi berlaku mulai 15 September 2020 kemarin malam. IMEI...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Sabar AS, Kearifan Lokal Harus Terus Dijaga

Pasaman,-Bakal calon Wakil Bupati Pasaman SABAR AS beserta rombongan hadiri tradisi buka ikan larangan di Jorong 5 Pertemuan Pasaman, Minggu, 30/8/2020

Irwan Prayitno: Satu Intinya Patuhi Protokol Kesehatan

Seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat beberapa hari belakangan, bahkan telah mencapai angka 90 orang per hari. Hal ini...

Syarat Kepala Daerah Menurut Rugawa LNT

TANAH DATAR, Menyikapi suasana politik menjelang pilkada kabupaten Tanah Datar pada Desember tahun 2020 mendatang, dinilai masih stagnan. Orasi yang didengungkanpun masih...

Pokdarwis Kabupaten Pessel, Diberi Pelatihan Sadar Wisata

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Dinas Pariwisata ( Dispar) Provinsi Sumatera Barat, menggelar peningkatan dan pengembangan sadar wisata, yang diikuti penggiat pariwisatq maupun kelompok sadar wisata ( Pokdarwis),...
- Advertisement -