Menurutnya, Bulog bisa saja investasi membangun cold storage dan gudang, tetapi tidak bisa dilakukan untuk jangka pendek. Sehingga, yang paling ideal tentu saja memanfaatkan gudang-gudang yang tersedia.
“Saat ini kami manfaatkan cold storage milik Pemprov Sumbar di Baso, Kabupaten Agam. Tetapi masih dalam proses perbaikan,” ujarnya.
Dia menuturkan gudang pendingin berkapasitas 40 ton itu digunakan menyerap cabai merah dari petani untuk kemudian dipasarkan ketika pasokan dianggap menipis, sehingga harga tetap terkendali.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan untuk mengatasi tingginya harga cabai merah di pengujung tahun lalu, dirinya sudah menyurati Perum Bulog agar ikut menyerap cabai merah, yang digunakan untuk menstabilkan harga ketika pasokan di pasaran terbatas.
