Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Teka teki hilangnya warga Inhu Riau di seputaran Kelok 9 terjawab sudah. Perjuangan tim SAR dan relawan lainnya dalam mencari Amreh Santoso membuahkan hasil pada Selasa 27/3 siang.

Amreh Santoso ditemukan tim SAR sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi mengapung di aliran Batang Sanipan dalam keaadan tanpa busana. Jenazah Amreh ditemukan sekitar 1 km dari lokasi ditemukannya sandal alm kemaren.

Benar, korban yang dinyatakan hilang kemarin (Amreh-red) telah ditemukan. Namun dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah mengapung di aliran sungai Batang Sanipan,” kata Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra kepada awak media.

Kabar ini juga dibenarkan warga setempat, Rama, menurutnya team gabungan yang teridiri dari Basarnas, relawan Rapi, Paguyuban Radio Palito Station, Kelompok Siaga Bencana, Bukittinggi Rescue Team (BRT), TNI, Polri, BNPB dan Masyarakat sekitar masih telah berhasil menemukan jasad Amreh Santoso pada Siang tadi setelah Tiga hari melakukan pencarian.

Usai ditemukan, jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Tanjung Pati untuk dilakukan identifikasi dan visum. Sedangkan keluarga yang menunggu di posko pencarian, langsung menyusul ke Puskesmas.

Kapolsek Harau saat diwawancarai awak media

Kapolres Limapuluh Kota diwakili Kapolsek Harau AKP. Harry M. Putra saat dikonfirmasi di Puskesmas Tanjung Pati mengatakan Tidak ada tanda tanda kekerasan di tubuh alm dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

Amreh Santoso dikabarkan hilang pada tanggal 25/3 dini hari di seputaran kelok 9. Alm turun dari mobil yang ditumpanginya dengan alasan buang air kecil, namun tidak kembali lagi ke kendaraan yang ditumpanginya setelah itu. Kejadian ini lansung dilaporkan kepada warga dan pihak berwajib. Tim SAR bersama warga dan tim dari TNI/Polri lansung melakukan pencarian.

Beragam cerita hilangny Amrehpun  meramaikan pemberitaan media. Sekarang terjawab sudah dengan di temukannya jasad Alm pada Selasa 25/3 siang. (*)

 

loading...