spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Satpol PP Tangkap 4 Siswa SMKN 2, Ddiduga Main Kertas KOA
S

Kategori -
- Advertisement -

Tidak berada dalam kelas pada jam belajar, empat siswa SMKN 2 Payakumbuh diciduk anggota Satpol PP Payakumbuh, di sebuah warung  di seputar SMKN 2 di Kelurahan Bulakan Balai Kandi, Kecamatan Payakumbuh Barat, Selasa (13/1), sekitar pukul 09.45. Keempat siswa tersebut diduga tengah main domino dan kertas ceki atau koa, saat ditangkap petugas.

Keempat pelajar yang ditangkap itu adalah, Randika Desvira,  mesin (Payolansek), M. Ikhlas, kelas 3 (Situjuah),  Afis Alnabari, kelas 3 mesin produksi, (Suliki), dan Zaki Fadila, kelas 3 mesin (Koto nan Gadang). Selain menangkap empat siswa  yang di warung, petugas juga menangkap 3 siswa SMKN 2 yang cabut dan berada di jalan raya menuju sekolah.

Ketiga itu tersebut adalah  Supriadi,  kelas 3 jurusan mesin produksi, beralamat di Tanah Mati, Kelvin Zelinsky,  kelas 3 mesin produksi (Suliki) dan  Elvano Desa Perdana,  kelas 3 mesin (Koto Nan Gadang). Seluruh pelajar yang bolos itu untuk selanjutnya digiring ke Markas Satpol PP di lapangan Poliko.

Hanya saja, ketika keempat  pelajar bersangkutan diperiksa di Markas Satpol PP, semuanya mengaku tidak  bermain domino dan kertas koa. Seluruh siswa mengaku, hanya duduk-duduk di warung sekolah itu. Kertas koa dan domino  yang ditemukan petugas Satpol PP di atas meja warung itu sebagai barang bukti, dikatakan pelajar, sudah ada juga saat mereka berkunjung ke warung dimaksud.

Para pelajar yang bolos itu, untuk selanjutnya diserahkan Satpol PP  ke pihak sekolah, dengan lebih dahulu membuat surat perjanjian untuk tidak mengulang perbuatannya. Surat perjanjian itu juga ditandatangani orang tua siswa, setelah disuruh datang petugas ke Markas Satpol PP.

Kasatpol PP Payakumbuh Fauzi Firdaus, ketika dihubungi, membenarkan anggotanya menangkap siswa SMKN 2 yang bolos itu. Kegiatan patroli ke sekolah-sekolah itu, bagian dari komitmen Satpol PP menertibkan pelajar yang suka cabut di kota ini. “Kita tak ingin pelajar Payakumbuh gagal dalam bidang pendidikan ini,” tegasnya.

Fauzi Firdaus meminta pihak sekolah  lebih meningkatkan intensitas komunikasi dengan orang tua murid. Jika ada siswanya tak masuk kelas tanpa alasan jelas, seyogianya berkomunikasi dengan orang tua, sehingga orang tua cepat mengetahui jika  putera-puterinya tidak belajar di sekolah, sebut Fauzi.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img