30 C
Padang
Minggu, November 28, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Saat Pandemi C0VID-19, Apakah Pendidikan Pesantren Juga Masih Berlanjut?
S

Kategori -
- Advertisement -

Pada dasarnya, pesantren mendukung pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait wabah virus corona atau covid-19 yang melanda berbagai belahan dunia, termasuk indonesia. Pembatasan santri saat berkumpul belajar di kelas penting untuk di lakukuan karena penyebaran virus ini sangatlah begitu cepat.
Pondok pesantren Islamic Centre Bin Baz (ICBB) di yogyakarta salah satunya, Kegiatan yang sering dilakukan di pon-pes akhirnya tidak dapat dilakukan sebagaimana biasa, karna hal itu akhirnya pon-pes diliburkan dan santri-santri dipulangkan  mulai pada tanggal 25 maret 2020 sampai ada konfirmasi dari pihak pondok pesantren dan kesepakatan pemerintah untuk bisa belajar secara tatap muka kembali.
Apakah aman saat perpulangan yang dilakukan di pesantren tersebut?
Saat  perpulangan dilakukan  tidak seenaknya sendiri, pihak pesantren memberi arahan dan aturan dan diminta agar orang tua atau Wali menjemputnya dengan kendaraan pribadi agar saat perpulangan bisa aman dan terjaga dari pandemi virus corona.
Walaupun tidak semua orang tua atau wali bisa menjemput dan memiliki kendaraan tersebut, namun dari pihak pesantren memberikan himauan bagi yang walinya tidak dapat menjemput agar lebih berhati-hati saat perpulangan dilakukan dan selalu waspada. Saat perpulanganpun dilakukan tidak secara sekaligus, namun secara bertahap dimulai dari anak SW  (salafiyah wustho) kelas satu MTS, dan seterusnya sampai kakak tingkatnya agar aman dari wabah tersebut.
Apakah pendidikan belajar mengajarpun masih berlanjut?
Tentu jawabannya iya, Tidak sampai disitu, pendidikan belajar mengajarpun masih berlanjut yang dilakukan secara daring (online) walaupun pesantren meliburkan dan memulangkan santri-santri namun tidak dalam soal belajar mengajar. Bahkan diluar jam KBM di kelas juga di laksanakan secara daring  seperti Tahfidul Qur’an dan yang lain-lain.
Berdasarkan Surat Edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020  tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pecegahan  pencemaran COVID-19, bahwa untuk mengoptimalkan intruksi pemerintah yang berkaitan dengan physical distancing maka KBM di ubah ke sistem daring.
Sosisal distance menjadi pilihan utama bagi setiap negara dan warga masyarakat sekitar dalam menerapkan kebijakan untuk pencegahan penyebaran virus ini, pembatasan interaksi sosial oleh pelajarpun dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dalam berbagai kehidupan namun tidak ada pilihan lain karna cara inilah yang paling efektif.
Sebagai seorang muslim maka kita harus wajib mentaati Ulil Amri  atau Pemerintah dan salah satunya adalah dalam masalah pembelajaran ini, yang mana kita semua diberi amanah atau tugas dari pemimpin kita agar melaksanakan belajar mengajar di rumah dengan sistem daring (online).
Semoga  Allah ‘azza wajalla senantiasa memeberikan kemudahan bagi kita semua dan memberikan kesehatan, terhindar dari virus tersebut dan segera  Allah ‘azza wajalla angkat kembali  virus yang mematikan ini.
Oleh: Hafid Pamungkas
Mahasiswa Prodi PAI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img