32 C
Padang
Kamis, Mei 23, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Potensi Produk Halal Indonesia Sebagai Primadona Dunia
P

- Advertisement -

Penulis : Ayu Sepriani, Mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang

Seiring dengan berjalannya waktu, ekonomi syariah dan industri halal juga terus mengalami perkembangan yang pesat menjadikan perekonomian indonesia tumbuh dan berkembang. Awalnya produk halal hanyalah sebagai kebutuhan namun sekarang beralih menjadi life style dan sebagai tren dalam perdagangan dunia. Hal ini mendorong negara-negara yang minoritas jumlah umat muslim saja tergerak untuk melakukan persaingan pasar dalam hal produk halal, misalnya negara Australia, Jepang, Thailand, Brazil, China dan Korea Selatan. Apakah bisa produk halal Indonesia menjadi primadona dunia?

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa produk halal akan menjadi primadona dimata dunia. Hal ini dapat dilihat dalam beberapa tahun belakangan ini, ekonomi syariah dan industri halal tak lagi dipandang sebelah mata melainkan dipandang sebagai motor penggerak roda pertumbuhan ekonomi yang baru. Berdasarkan data the state of the global islamic report, terdapat umat muslim yang ada di dunia membelanjakan uangnya tidak kurang dari US $ 2,02 triliun demi memenuhi kebutuhan hidup mereka, baik dalam hal makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata maupun sektor syariah lainnya.

Berdasarkan data dari State Of Global Islamic Report menyatakan bahwa negara Indonesia pada tahun 2020 menduduki deretan keempat serta masuk kedalam top 10 di seluruh sektor produk halal yang ada. Dengan berkaca kepada peluang dan kesempatan yang sangat besar tersebut bisa menjadikan Indonesia sebagai pemimpin atau pusat produk halal dunia. Sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Prijono selaku Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia menyatakan market share industri halal nasional terhadap industri halal dunia menunjukkan negara Indonesia sebagai leadernya produk halal pada sektor makanan halal yang market sharenya ini 13% total tingkat konsumsi makanan halal di dunia.

Indonesia ialah negara berpopulasi penganut Islam terbanyak didunia, dengan jumlah populasinya 231.000.000 umat atau setara dengan 86,7% dari total populasi di Indonesia. Dengan demikian Indonesia berpotensi sebagai primadona produk halal di dunia. Potensi-potensi yang dimiliki Indonesia sebagai primadona dunia diantaranya ialah:

  1. Makanan dan Minuman

Berdasarkan pemaparan Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Memparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno, pada saat pandemi covid-19 sektor makanan dan minuman memiliki kontribusi yang besar terhadap pendapatan negara yaitu 42%. Pada saat ini berdasarkan Data State Of the Global Islamic Report 2020-2021 Indonesia menempati posisi keempat dalam bidang halal food, dimana saat ini naik delapan peringkat dari posisi yang tempati sebelumnya. Hal ini sebabkan karena merebaknya kasus Covid-19 sehingga banyak masyarakat mulai sadar akan kehidupan yang fana dan banyak dari mereka terutama mereka yang menganut agama Islam lebih memilih produk-produk halal dan memastikan kehalalan produk yang dikonsumsinya dengan melihat sertifikat halal yang melekat pada produknya. Kepercayaan masyarakat akan sebuah produk makanan menjadi nilai tambah dalam meningkatkan produk halal tersebut.

  • Kosmetik

Pada saat ini kosmetik halal mempunyai pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dikarenakan keamanan akan bahannya yang disuguhkan kepada konsumen kosmetik, dan telah mempunyai sertifikat halal yang melekat pada produk tersebut. Pada saat ini halal pharmaceutical and cosmetics, Indonesia menempati posisi ke-6 didunia. Kosmetik merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan masyararakat terutama kaum wanita. Pada saat ini masyarakat lebih selektif dalam memilih kosmetik yang akan digunakan, baik dari segi bahan-bahan yang digunakan, cara pengolahannya maupun efek sampingnya. Kosmetik yang mempunyai sertifikat halal tentunya telah terjamin mutu dan keamanannya, sehingga para konsumennya tidak perlu ragu dalam membelinya. Dengan demikian mereka akan beralih ke kosmetik halal

  • Farmasi

Pada bidang ini juga mempunyai potensi yang sangat tinggi didunia, namun karena ketidakstabilan dalam langkah memperoleh bahan bakunya menjadi tantangan dalam sertifikat halal dari produknya. Namun jika farmasi tersebut sudah bersertifikat halal maka produk obat-obatannya akan lebih terjamin karena terlepas dari bahaya dan haram untuk digunakan. Kemudian dengan adanya hasil yang baik dari farmasi ini akan menarik konsumen lainnya untuk mengkonsumsi obat-obatan dari farmasi yang bersertifikat halal.

  • Travel

Dalam bidang ini dapat dikembangkan penginapan halal dan juga sajian makanan dan minuman halal selama melakukan perjalanan untuk berwisata. Pariwisata halal ini pada umumnya tidak hanya diminati oleh umat muslim saja melainkan juga umat non-muslim karena mampu memberikan jaminan akan kebersihan, keamanan maupun kualitasnya secara keseluruhan selama masa memenuhi jasa wisata. Sebelum pandemi covid-19 Indonesia menempati posisi pertama dibidang ini, dan berdasarkan Global Travel Muslim Index (GMTI) pada tahun 2021 Indonesia menempati posisi ke-4 dalam daftar 20 destinasi wisata halal terbaik dunia.

  • Fashion

Dalam bidang fashion, fashion yang dikembangkan ialah fashion yang telah diatur dalam syariat Islam, misalnya pakaian yang menutup aurat, bahan yang digunakan tidak transparan dan tidak mencetak badan. Pada saat ini pada modest fashion muslim, Indonesia menempati posisi ke-3 didunia. Saat ini umat muslim maupun non-muslim mulai tertarik dengan fashion yang berbau Islam sehingga mendorong produk halal menjadi lebih terkenal didunia, dikarenakan kenyamanan dan keindahan yang disuguhkan.

Dengan potensi-potensi akan produk halal yang dimiliki Indonesia jika dikelola dan dikembangkan dengan baik maka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Indonesia bisa menjadi primadona produk halal, sesuai dengan harapan wakil presiden Indonesia Ma’aruf Amin yang mana menginginkan Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dan produk halal di tahun 2024 mendatang. Keberadaan label ataupun sertifikat halal yang melekat pada produk juga merupakan kunci utama agar potensi tersebut mampu menjadikan Indonesia sebagai primadona produk halal dunia.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img