24.6 C
Padang
Selasa, November 30, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Penyimpangan Dana Covid-19, Kejari Tetapkan Kadinkes Payakumbuh Tersangka
P

Kategori -
- Advertisement -

Payakumbuh, beritasumbar.com – Kejaksaan Negeri Payakumbuh menetapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana Covid-19 tahun 2020.

Kajari Payakumbuh Suwarsono saat memberikan keterangan pers di kejari setempat, Kamis (25/11) mengatakan untuk sementara pihaknya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tersebut.

“Untuk sementara menetapkan satu orang tersangka atas nama BKZ,” katanya didampingi Kasi Pidsus Satria Lerino dan Kasi Intel Robby Prasetya.

Lebih lanjut, untuk sementara pihak kejaksaan untuk saat ini belum melakukan penahanan terhadap tersangka, karena yang bersangkutan salah satu anggota Satuan Tugas (satgas) Penanganan Covid-19.

Sebelumnya Kejari Payakumbuh Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Payakumbuh yang berjumlah sekitar delapan orang menggunakan dua unit mobil melakukan penggeledahan di Dinas Kesehatan, Perusahaan Umum Daerah Tirta Sago serta RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh.

Dari penggeledahan yang dilakukan pada Senin 15 November 2021 itu tim yang dipimpin langsung Kasi Intel dan Kasi Pidsus itu mengambil sejumlah dokumen, baik di Ruangan Kepala Dinas, Gudang, dan beberapa tempat lainnya.

Setelah itu melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah pihak pasca penggeledahan, maka baru Kejari Payakumbuh menetapkan tersangka

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal melalui kuasa hukumnya Setia Budi, SH mengatakan mengakui klainnya pada 25 November 2021 ditetapkan sebagai tersangka dalam masalah korupsi terkait masalah dana APD Covid-19.

“Beliau telah menjawab, sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan selaku penguasa pengguna anggaran pengadaan APD Covid-19,” katanya.

Klainnya dalam menjalani pemeriksaan kooperetif, dan dia telah memberikan keterangan apa adanya. Tersangka dicerca 22 pertanyaan saat pemeriksaan pada 25 November 2021 dari pukul 14.00-18.00 WIB.

Ia menambahkan pasca ditetapkan sebagai tersangka, tersangka mengajukan surat penangguhan penahanan. Walaupun telah ditetapkan sebagai tersangka, beliau sangat dibutuhkan untuk penanganan Covid-19. Dalam proses penyidikkan kejaksaan punya waktu tertentu, apabila sudah P21 maka akan berlanjut ke persidangan. (Di)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img