26 C
Padang
Senin, Januari 25, 2021
Beritasumbar.com

Pentingnya Pendidikan Digital Citizenship
P

Kategori -

Saat ini sejarah telah membawa kita untuk memasuki suatu ekosistem baru, yaitu ekosistem digital tanpa harus meninggalkan ekosistem dunia nyata. Hampir semua orang sekarang sudah menjadi warga dunia digital dengan berbagai cara berdiskusi, berburu infomasi, bersosialisi, belajar, berbisnis, hingga berurusan dengan pemerintah melalui jejaring internet.
Statusnya sebagai warga dunia digital semakin dikokohkan dengan identitas digital, yang sekarang semakin mudah untuk diakses dengan cepat oleh banyak orang.
Masalahnya, orang yang memasuki ekosistem ini tanpa memiliki kesadaran penuh bahwa dia tengah memasuki dunia baru yang sangat kompleks, bahkan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan dunia nyata. Hampir semua sisi dalam kehidupan nyata, dari yang paling layak di lihat sampai yang paling tidak layak untuk di lihat.
Selain itu, setiap orang memasuki ekosistem baru dengan bebas tanpa beban yang berarti, misalnya bagaikan dengan berjalan-jalan sendirian di suatu daerah yang belum pernah dikunjungi.
Bahkan, rasa bebas dan percaya diri itu juga sering berlebihan. Sudah menjadi fenomena umum, bahwa ada orang yang tampak tenang dalam dunia nyata tetapi bisa menjadi garang di media sosial. Atau sebaliknya, orang yang tampak gagah berani mencaci maki pejabat negeri, tetapi mendadak pucat ketika ditangkap polisi.
Tepatnya saat ini kita memasuki ekosistem digital tanpa pemandu atau melalui praktik langsung. Segala hal terkait dengan kepantasan, manfaat, risiko, dan sebagainya, kita temukan di lapangan tanpa ada yang memandu dan menjelaskan secara komprehensif. Karena itu tidak mengherankan kalau di luar ada orang yang sejahtera dengan memanfaatkan dunia maya. Di sana-sini kita menemukan begitu banyak korban ketidakpantasan atau bahkan kejahatan di sana. Mungkin di antara kita ada yang mengalami atau setidaknya mendengar satu dari kejahatan seperti pornografi, berita bohong, pelecehan, cyber bullying, pencurian data, penipuan, plagiasi, terorisme, dan sebagainya.
Ke depannya, persoalan akan semakin kompleks karena dunia maya itu sendiri juga terus berkembang dengan ruang lingkup jejaring yang semakin luas dan makin interconnected. Sebagian dari kita mungkin masih berada di jejaring informasi (internet of information). Namun, siap atau tidak, kita tengah memasuki era jejaring benda (internet of things-IoT), bahkan jejaring nilai ekonomi (internet of value-IoV atau internet of economy-IoE), yang semuanya memiliki potensi dan risikonya sendiri-sendiri.
Terkait permasalahan yang sering terjadi seperti yang di sebutkan di atas, maka perlu adanya pencerahan sebagai bentuk pendidikan kepada warga digital agar lebih berhati-hati dalam membuat konten digitalnya. Dengan kondisi masyarakat kita yang mayoritasnya sudah menjadi warga digital sangat banyak bentuk konten positif yang seharusnya di buat, seperti konten ajakan dalam kemajuan, konten pengetahuan yang menginspirasi dan memberi pendidikan kepada warga digital.
Selain dari itu tentunya juga perlu adanya pendidikan digital citizenship, seperti di beberapa negara, pendidikan digital citizenship dengan berbagai istilahnya, sudah banyak masuk ke dalam kurikulum, utamanya untuk pendidikan dasar. Fokusnya pada anak-anak karena mereka paling rentan menjadi korban. Sementara konsep menghargai orang lain, memperlakukan orang sebagaimana dia ingin diperlakukan, dan bertindak secara bertanggung jawab adalah bagian dari etika umum yang sudah harus melekat dalam perilaku setiap orang, termasuk dalam aktivitas siber-nya.
Pertanyaannya, apakah di Indonesia diperlukan langkah serupa? Bukankah persoalan kita lebih besar dari itu? Di tingkat pendidikan dasar dan menengah, pendidikan digital citizenship jelas diperlukan. Namun, bukankah yang lebih mendesak sebenarnya justru pendidikan di kalangan masyarakat dewasa?
Semoga pertanyaan ini ada jawabnya dan kebijakan negara kita tentang konten digital bisa lebih baik yang sesuai dengan yang dibutuhkan di negeri ini sehingga terlahirnya warga digital yang lebih berkualitas.
Oleh : Adi Saputra
Mahasiswa Hukum Tata Negara

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Sidak Ke Sekolah, Pemko Payakumbuh : Jangan Ada Rekayasa Prokes

Menindaklanjuti rapat evaluasi pelaksanaan sekolah tatap muka, Selasa, (19/1), lalu, banyak ditemukan pasien positif Covid-19 dari kalangan tenaga pendidik. Pemko Payakumbuh melakukan sidak protokol kesehatan ke sekolah-sekolah, Rabu (20/1).
- Advertisement -

Sidak Ke Sekolah, Pemko Payakumbuh : Jangan Ada Rekayasa Prokes

Menindaklanjuti rapat evaluasi pelaksanaan sekolah tatap muka, Selasa, (19/1), lalu, banyak ditemukan pasien positif Covid-19 dari kalangan tenaga pendidik. Pemko Payakumbuh melakukan sidak protokol kesehatan ke sekolah-sekolah, Rabu (20/1).

Donas Merilis Album The Best Song Volume 1 di Prima Founder Records

Kesuksesan seorang penyanyi tak lepas dari kemampuan seorang penulis lagu dalam mengkomposisi nada untuk lirik, agar dapat diterima oleh orang banyak. Seperti halnya dengan Rimawan Ardono AS yang biasa dipanggil Donas, Musisi Nasional asal Kota Yogyakarta, karya-karya lagunya telah mengantar kesuksesan bagi banyak penyanyi di Tanah Air.
- Advertisement -

PDAM Payakumbuh Buka Loket Pembayaran Air Di MPP

Kabar gembira bagi warga Payakumbuh, dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi masyarakat pelanggan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sago Payakumbuh telah melaunching payment point (loket pembayaran-red) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Balai Kota Payakumbuh.

Jemput Bola, Sijunjung Adakan Samsat Keliling

Mobil Samsat keliling mempermudah dan meningkatkan gairah masyarakat untuk membayar pajak kendaraan mereka, kata Kepala Samsat Sijunjung, Masri, diruang kerja, Kamis (21/1).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...
- Advertisement -