25 C
Padang
Jumat, Januari 21, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pemkab Painan Himbau Produsen Salurkan Pupuk Sesuai RDKK
P

Kategori -
- Advertisement -

 

Painan, Sumbar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), mengimbau produsen pupuk bersubsidi di daerah itu untuk menyalurkan pupuk sesuai dengan kebutuhan dan rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diajukan petani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan Afrizon Nazar di Painan, Jumat, mengatakan produsen juga harus menginventarisir gudang bagi distributor pupuk bersubsidi di daerah itu guna meminimalisir persoalan (penyelewengan) pupuk subsidi yang bakal terjadi.

Katanya, pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan yang pengadaan dan penyalurannya mendapat subsidi dari pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pupuk kelompok tani atau masyarakat di sektor pertanian seperti tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikanan.

Namun program tersebut tidak diperuntukkan bagi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan atau perusahaan perikanan budidaya milik perusahaan, baik swasta maupun negeri.

Pemkab juga mengimbau petani di kabupaten itu untuk mengurangi pemakaian pupuk an organik (Kimia) guna mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah itu.

Menurutnya, pemakaian pupuk an organik terlalu banyak juga tidak baik untuk tanaman berikutnya karena dapat merusak kesuburan tanah. Meski masih memanfaatkan pupuk an organik, namun kapasitasnya agar dapat dikurangi dengan mengalihkan ke organik.

Pengalihan pemakaian pupuk an organik ke organik juga dapat menekan biaya pengeluaran bagi petani, disamping menjaga kesuburan tanah. Pemanfaatan pupuk organik hasilnya jauh lebih baik dan berkualitas dibanding pupuk kimia (an organik).

Kepala Bagian Perekonomian Pesisir Selatan Rosdi mengatakan, pada tahun ini (2015) pemerintah mengalokasikan pupuk subsidi organik dan an organik di kabupaten itu sebanyak 20,96 ribu ton.

Jenis pupuk yang dialokasikan sama dengan tahun lalu yakni Urea, SP-36, ZA dan NPK. Khusus pupuk organik mendapat alokasi sebanyak 1.619,34 ton dan pupuk an organik sebanyak 8.155 ton. Sedangkan pupuk an organik terdiri dari jenis Urea dan SP-36 sebanyak 1.515,74 ton, ZA sebanyak 1.649,74 ton dan NPK sebanyak 5.155.99 ton.

Sebanyak 16.687 ton diantaranya diperuntukan bagi tanaman pangan, 518 ton untuk hortikultura, sebanyak 2.064 ton bagi perkebunan, sebanyak 598,08 ton untuk peternakan, pada sektor perikanan budidaya dan peternakan sebanyak 228,66 ton.

 

[Ant/Oleh Junisman]
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img