25 C
Padang
Wednesday, December 2, 2020
Beritasumbar.com

Pancasila Diilhami Dari Apa Yang Diajarkan Oleh Agama
P

Kategori -

Jakarta, 13 Februari 2020 – Menanggapi issue yang sedang ramai mengenai statmen Kepala BPIP “Agama Jadi Musuh Terbesar Pancasila” yang dimuat DetikNews/Berita 12 Februari 2020. Waketum Dewan Pengurus Nasional Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia, Didiek Poernomo menerangkan terkait dipertentangkannya antara Agama dan Pancasila sudah terjadi sejak lama, bahkan di era Suharto untuk mengurangi pertentangan itu dibuatlah Asas Tunggal.
Hal ini terjadi akibat belum adanya penjelasan, pemahaman, atau tafsir ilmiah dari Pancasila dan ekses perilaku orang yang berpolitik mengatasnamakan agama untuk kepentingannya terang Pendiri Ikatan Cendikiawan Marhaenis ini.
“Pendapat yang diungkapkan Kepala BPIP kurang dilengkapi dengan dasar keilmuannya. Membahas Agama seharusnya dalam lingkup Teologi, sedangkan membahas Pancasila dalam lingkup Sosiologi, Prof Yudian Wahyudi menyebutnya membutuhkan Sekuleritas bukan Sekulerisme. Jelas Pancasila bukan Agama, tetapi Pancasila adalah produk peradaban manusia menghasilkan falsafah empiris untuk menjaga keserasian dalam bermasyarakat. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, bukankah itu domain agama?, menurut pengertian Bahasa Indonesia yang saya pelajari bukan terkait langsung dengan Teologi, kalimat KeTuhanan Yang Maha Esa berbeda arti dengan kalimat Tuhan Yang Maha Esa, menurut kaidah Bahasa Indonesia kata benda atau yang dibendakan diberi awalan ke dan an akan berubah makna (morfologi) menjadi sifat-sifat benda atau yang dibendakan itu. Jadi Ketuhanan bermakna sifat-sifat Tuhan, dan sifat-sifat Tuhan itu harus dipahami dari apa yang diajarkan oleh agama-agama, inilah benang merah Sila Pertama dengan agama-agama (ajaran spiritual) yang ada di muka bumi, termasuk ajaran-ajaran spiritual lokal Nusantara.” ujar Alumnus ITB ini.
Dari pernyataan Prof Yudian Wahyudi yang dipermasalahkan khalayak luas dan dianggap mengancam Pancasila adalah ideologi yang berdasarkan syariat agama-agama, kehidupan berbangsa dan bernegara akan dipaksakan sesuai dengan hukum-hukum syariat agama-agama tersebut, padahal Indonesia berBhinneka Tunggal Ika yang terdiri dari berbagai macam agama, kepercayaan, keyakinan dan Pancasila telah menjadi konsensus bersama para pendiri bangsa yangmana anggota BPUPK ada banyak tokoh-tokoh agama di dalamnya.
Sudah tentu bila memaksakannya akan mengganggu keserasian dalam hidup bermasyarakat karena Warga Negara Indonesia merupakan masyarakat heterogin/majemuk, ketidakstabilan sosial itu akan menghambat kemajuan kehidupan sosial, ekonomi, dan keamanan negara. Kita perlu kearifan untuk membenahi pemahaman ini dan apalagi akhir-akhir ini kelompok politik sektarian intensif dalam perpolitikan Indonesia serta issue-issue radikalisme dan ekstrimisme yang tak terelakan ujar Didiek.
Didiek Purnomo
Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia
Rilis Media
Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Wawako Bandung Saksikan Penampilan SPD Band Di Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com--- SPD Band tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe, Kawasan Batang Agam pada...

Irfendi Arbi Terima Penghargaan Achievement Motivation Person

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi terus menorehkan prestasi luar biasa di penghujung masa jabatannya.  Kali ini Irfendi sukses meraih penghargaan...

Bundo Kanduang Dan Puti Bungsu Unjuk Gigi, Wakil Ketua DPRD Wulan Denura Apresiasi Panitia Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com, - Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wulan Denura menilai dengan Pasar Ekraf 2020 yang memfasilitasi Bundo Kanduang dan Puti Bungsu...

Bawaslu Kota Payakumbuh Gelar TOT

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Bawaslu Kota Payakumbuh gelar Training Of Trainer (TOT) untuk seluruh panwaslu kecamatan se Kota Payakumbuh. Kegiatan yang diadakan di salah satu...

Wawako Bandung Saksikan Penampilan SPD Band Di Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com--- SPD Band tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe, Kawasan Batang Agam pada...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -