27 C
Padang
Kamis, Oktober 28, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Nagari Koto Nan Godang Kehilangan seorang Guru Adat dan Agama
N

- Advertisement -

Oleh Nofel Nofiadri[1]

Nagari Koto Nan Godang kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Fachrul Umar gelar Datuak Tuah Basango dari suku Mandailiang dipanggil Allah dini hari tadi (8/6). Selain seorang pengulu, beliau juga sebagai teknokrat dan guru adat. Beliau tempat bertanya soal pertalian adat dengan agama. Gagasan-gagasan dan kerja kerasnya begitu dirasakan dalam kehidupan bernagari di Koto Nan Godang. TIdak hanya hal yang tampak tapi juga termasuk peran-peran beliau di belakang layar untuk kemajuan Koto Nan Godang.

Beliau adalah seorang guru. Selain memberi pengajian dari surau ke surau, Dt Tuah Basango dikenal sebagai pengulu yang menguasai adat dan pertaliannya dengan agama. Beliau adalah tempat bertanya yang tepat. Mungkin banyak yang mengetahui ilmu adat nagari Koto Nan Godang namun kelindan adat dengan agama tidak banyak yang menguasai. Menurut beliau keilmuannya itu diturunkan dari Tuak Ongku Tani seorang ulama dari Koto Nan Godang. Ilmu-ilmu tersebut sempat diturunkan pada sekolah adat dan forum-forum yang dilaksanakan oleh KAN Koto Nan Godang. Materi-materi yang disampaikan begitu duduk dan tuntas. Memang kecerdasan dan keikhlasan beliau menjadi faktor utama.

Datuak Tuah, begitu lazimnya beliau dikenal, adalah sosok niniak mamak yang berkiprah di Nagari. Jasa-jasa beliau dituangkan dan terlihat jelas ketika beliau menjabat sebagai ketua Kerapatan Adat Nagari Koto Nan Godang. Beliau menawarkan ide oranisatoris dan pengembangan pengelolaan Lembaga adat melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Beliau salah seorang penasehat adat di KAN Koto Nan Godang. Pergaulan yang luas dan pengalaman kerja yang teruji di pemerintahan merupakan hal pendukung untuk semua itu. Secara tidak langsung, anak nagari Koto Nan Godang menikmati hasil dari kiprah beliau.

Untuk saya pribadi, sebagai kemenakan, beliau sangat berpengaruh. Beliau adalah teman diskusi yang baik selain sebagai mamak yang kaya akan nasehat-nasehat. Berdada lapang dan beralam luas begitu nampak ketika berdiskusi dan berbeda pendapat. Hal yang paling dikagumi dari beliau adalah sifat intelktual yang mumpuni. Pendengar yang baik dan jujur serta analisis yang dalam adalah hal yang sangat menonjol beliau contohkan. Beliau sangat menghargai setiap orang dengan pendapat-pendapat yang berbeda. Beliau layak disebut sebagai tauladan, tidak saja karna ilmunya tapi juga karena sikapnya yang sabar, tegas dan bermutu sebagai mamak dan pempimpin.

Beberapa tahun ke belakang interaksi saya dengan beliau cukup intens.  Beliau sangat membatu dalam usaha mendirikan sekolah Adat yang ada di nagari Koto Nan Godang di tahun 2014. Setelah sekolah itu berdiri, beliaulah menjadi guru tetap dan mewakafkan waktu dan ilmunya, terutama untuk pengulu-pengulu baru. Dalam beberapa penelitian yang saya lakukan baik dengan dosen UIN Imam Bonjol maupun penelitian untuk disertasi saya, beliau adalah nara sumber utama. Banyak hal yang gelap dapat menjadi terang setelah berdiskusi dengan beliau. Saya sangat sering berkonsultasi dengan beliau soal adat dan Islam selama masa studi di Australia. Beberapa bulan belakang beliau juga aktif menjadi pengajar adat bersama dengan M.Arief Datuak Bijo nan Itam pada komunitas anak muda yang ada di Balai Godang. Beberapa anak muda dari Payakumbuh dan sekitarnya belajar adat dengan beliau setiap minggu di Kopi Mister yang ada di Jalan Sudirman. Ini sungguh amal beliau yang sangat berharga untuk anak nagari. Mewariskan ilmu adalah hal yang sangat mulia. Kami selalu berdiskusi untuk usaha transmisi ilmu traditional ini kepada anak nagari khususnya di Koto Nan Godang.

Subuh tadi menerima kabar atas kepulangan beliau. Terbayanglah amal-amal baik beliau. Sungguh saya merasa kehilangan dan tentunya nagari Koto Nan Godang. Kehilangan guru adalah hal yang pilu. Selamat jalan, Mak! Selamat jalan, Guru. Semoga Allah merahmati mu dan mengampuni segala dosa-dosa mu. []


[1] Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img