30.1 C
Padang
Tuesday, September 22, 2020

Mengapa Anda Lupa? Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

BeritaSumbar.com,-Pernahkah Anda lupa menaruh sesuatu? Atau menaruh kunci motor Anda? Atau Anda lupa nama guru Sekolah Dasar Anda pada saat Anda dewasa? Atau pernahkah Anda mengingat nomor telepon baru dan lupa akan nomor telepon lama Anda? Kalau iya, tepat sekali Anda mengalami kelupaan.

Kelupaan adalah kondisi dimana Anda tidak bisa atau susah mengingat sesuatu hal. Menurut ilmu Psikologi, kelupaan adalah ketika Anda gagal memasukan informasi dari memori jangka pendek ke dalam memori jangka panjang. Terkadang Anda tidak menyadari bahwasannya informasi yang Anda terima benar-benar masuk kedalam memori. Menurut Solso, et al (,Rahardanto dan Batuadji, 2007: 217 – 222) penyebab dari kelupaan, yaitu:

Decay, secara harfiah berarti pembusukan, yang mana memudarnya informasi atau memori Anda secara alamiah karena jarang digunakan. Contohnya saja ketika Anda ingat pelajaran di Sekolah, karena tidak diulang-ulang pelajaran tersebut akan mudah hilang di memori Anda.

Interferensi, yaitu bercampurnya informasi yang masuk kedalam memori Anda. Interferensi ini ada dua yakni, interferensi retroaktif dan interferensi proaktif. Interferensi retroaktif adalah informasi yang Anda pelajari terlebih dahulu akan terganggu oleh informasi yang baru saja Anda pelajari. Seperti yang saya contohkan diatas, ketika Anda ingat nomor telepon Anda yang baru maka Anda akan susah mengingat nomor telepon lama Anda. Interferensi Proaktif adalah informasi yang baru saja Anda dapat akan terganggu oleh informasi lama. Contohnya, Anda biasanya menaruh buku di atas meja belajar Anda (informasi lama), sewaktu-waktu Anda membaca di meja makan dan anda menaruhnya disana (informasi baru), ketika Anda ingin membaca buku itu lagi anda akan mencarinya di meja belajar anda tempat biasa anda menaruhnya. Informasi baru terganggu oleh informasi lama.

Dalam perspektif Islam, kelupaan disebutkan di dalam al-Qur’an terbagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Lupa yang berasal dari kesengajaannya, sebagaimana firman Allah,

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 19).

  1. Lupa yang bukan sebab dari dirinya. Hal ini sebagaimana firman Allah,

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagai mana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Jadi itulah penyebab kelupaan, lalu Bagaimana cara mengatasi lupa? Yuk simak dibawah ini.

Sebenarnya banyak cara untuk mengatasi kelupaan ini, seperti:

  1. Berusaha untuk mengulang-ulang informasi yang telah Anda terima.
  2. Banyak-banyaklah membaca, karena dengan membaca kita melatih otak kita untuk berfikir.
  3. Berusahalah untuk mengingat kembali informasi yang telah di dapatkan. Cobalah untuk mengingatnya dengan menggunakan metode yang mudah dipahami. Contohnya, ketika orangtua Anda minta tolong untuk membeli sayur, bawang, minyak goreng, cobalah mengingatnya dengan menggunakan angka. Sayur, bawang, minyak goreng itu ada tiga macam. Ketika Anda sampai di warung ingatlah yang anda beli itu ada tiga macam, jadi belanjaan Anda tidak ada yang kelupaan ataupun kurang pada saat sampai rumah.
  4. Dan catatlah informasi yang diterima, karena dengan Anda mencatat informasi tersebut secara tidak langsung Anda berusaha untuk mengingat agar bisa kita catat.

Adapun menurut Idrus (2018: 198 – 199) kiat-kiat mengatasi kelupaan yaitu:

  1. Kontiniuitas, mempelajari kembali apa yang telah Anda pelajari secara teratur.
  2. Iqraul Qur’an, yakni membaca Al-Qur’an akan menambah ketenangan hati dan kejernihan fikiran. Dengan adanya ketenangan hati dan kejernihan fikiran maka Anda akan terhindar dari kelupaan.
  3. Dzikir, yakni mengingat Allah akan timbul “Cahaya Ilahi” dalam hati dan pikiran, sehingga kelupaan tidak akan menghampiri Anda.
  4. Do’a, yakni permohonan hamba kepada Allah, mintalah kepada Allah untuk dijauhkan dari kelupaan, maka Allah akan mengabulkannya.

Jadi itulah penjelasan mengapa Anda bisa lupa, dan bagaimana cara mengatasinya.

Sekian dulu. Terimakasih atas perhatiannya. Maaf apabila ada kesalahan karena manusia tak luput dari kesalahan.

 

Referensi :

Idrus, Enjang. 2018. Membongkar Psikologi Belajar Aplikatif. Bogor : Guepedia.

Pudjono, M. Teori-Teori Kelupaan. Jurnal of Buletin Psikologi, 16, 89 – 93.

Solso, Robert L., dkk. 2007. Psikologi Kognitif. Rahardanto, M., Kristianto Batuadji,        Penerjemah. Jakarta (ID): Erlangga.

Penulis: Heru Mulya Pratama

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Karang Taruna Padang Pariaman Gelar BBKT

Padang Pariaman, beritasumbar.com. Karang Taruna Kabupaten Padang Pariaman laksanakan BBKT ( Bulan Bhakti Karang Taruna ) meskipun ditengah situasi Pandemi Covid-19 tidak...

Pernyataan Sikap PBNU Terhadap Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

بسم الله الرحمن الرحيم Mencermati perkembangan penanggulangan pandemi Covid-19, Nahdlatul Ulama membersamai segala ikhtiar, doa dan tawakal guna menanggulangi...

Biden Jangan Sok Kepedean, Pakar : 2016 Hillary Ungguli Survey, Buntutnya Tumbang

Dalam sejumlah jajak pendapat di Amerika Serikat (AS) jelang presidential election (Pemilihan Presiden) sang petahana Donald Trump masih tertinggal 8 bahkan 9...

Kapolres Dan Sejumlah Tokoh Adat Padang Panjang Adakan FGD

Padang Panjang,-Keamanan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat merupakan salah satu indikator majunya peradaban suatu bangsa. Dalam mewujudkan tujuan tersebut, maka perangkat sosial...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Ajaran Minangkabau: Sumber, Pewarisan, dan Pemahamannya

Minangkabau yang hingga saat ini masih mempraktekan matrilineal dianggap etnis yang menarik untuk dicermati. Kenyataan ini juga dijadikan asumsi bagi para pengkaji...

Balitbangtan Siap Lepas Kacang Hijau Tahan Salin

Indonesia diperkirakan memiliki lahan salin seluas 0,4 juta hektare (ha) yang membentang sepanjang pantai utara dan selatan Pulau Jawa, Aceh, Nias, Sulawesi...

Jakob Oetama; Tokoh Wartawan Legendaris

Di tahun 2018 dalam Rangkaian Acara Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas ketika itu, salah satu narasumber kunci Usman Kansong Direktur...

Riwayat Pemilu 1955

Pesta Demokrasi yang diadakan pada Tahun 1955 merupakan Pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10...
- Advertisement -