28 C
Padang
Kamis, Oktober 21, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

LIMAPIA Datangi Kantor DPRD Padang Pariaman
L

Kategori -
- Advertisement -

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,– Selasa 24/11 siang Mahasiswa yang tergabung dalam Lingkaran Mahasiswa Piaman (LIMAPIA) datangi gedung perwakilan rakyat Kabupaten Padang Pariaman. Kedatangan calon intelektual muda ini untuk mempertanyakan surat permohonan audiensi dengan para wakil wakil mereka di DPRD Kabupaten Padang Pariaman. Permintaan untuk audiensi mereka tidak digubris DPRD Setempat.

Sebelum melakukan aksi tersebut, Lingkaran Mahasiswa Piaman Telah Melayangkan surat permohonan audiensi Kepada DPRD Kabupaten Padang Pariaman pada hari Rabu 15/11/20 lalu ke DPRD untuk beraudiensi yang di jadwalkan pada hari jum’at 19/11,namun ketika di datangi tidak ada anggota DPRD yang berada di lokasi,itulah yang membuat lingkaran mahasiswa Piaman kembali mendatangi kantor DPRD kabupaten padang pariaman pada selasa siang.

Pada saat mendatangi kantor DPRD Kabupaten Padang Pariaman lingkaran mahasiswa pariaman disambut oleh aparat kepolisian kota Pariaman, awalnya sebagian dari pendemo di bubarkan oleh aparat karena di anggap tidak mematuhi protokol kesehatan “kalau kami disini tidak memakai masker dibubarkan maka bubarkan juga kegiatan masyarakat di pasar Pariaman yang sebagian besar tidak memakai masker” Ujar Aldino sambil menunjuk ke arah pasar yang tidak jauh dari lokasi kantor DPRD kabupaten Padang Pariaman tersebut, namun situasi kembali kondusif setelah pendemo yang tidak memakai masker mundur dari barisan.

Setelah mendengarkan orasi LIMAPIA, pihak DPRD kabupaten Padang Pariaman meminta untuk melakukan audiensi dengan perwakilan dari lingkaran mahasiswa Piaman yang di wakili oleh Aldino selaku ketua Lingkaran Mahasiswa Piaman, Rahman selaku sekretaris,dan Budi harisman selaku anggota LIMAPIA.

Setelah perwakilan LIMAPIA masuk ruangan dan pertemuan di buka oleh ketua DPRD kabupaten Padang Pariaman untuk mendengarkan aspirasi atau tuntutan perwakilan mahasiswa kepada ketua DPRD kabupaten Padang Pariaman.

Rahman selaku sekertaris LIMAPIA menyampaikan bahwa kedatangan mereka disini untuk sama membangun kota Pariaman dan kabupaten Padang Pariaman, dan meminta penjelasan tentang pembangunan Tarok city dan tambak udang yang duga banyak tidak mempunyai izin dalam mendirikannya.

Setelah itu ketua DPRD menjawabnya bahwa Tarok city benar pada tahun ini tidak di masukkan anggarannya sebab perampungan Ruang Tata dan ruang wilayah belum disahkan, kalau tambak udang kami sudah melakukan razia bagi tambak yang tidak mempunyai izin.

Lanjutnya Rahman terus bertanya mengatakan mengapa tarok city tetap dilanjutkan padahal jelas ketentuan peraturan ruang tata dan Ruang wilayah masih belum ada atau belum disahkan ?
Menambahkannya ketika bapak katakan tambak sudah di razia maka seharusnya tidak ada lagi pembangunan atau usaha tambak yang berjalan tanpa izin ? Tetapi hari kemarin saya berjalan masih ada yang membangun dan menjalankan tambak udang yang kami kira patut dipertanyakan oleh bapak selaku perwakilan rakyat Ketika berlandaskan kepada undang-undang nomor 26 tahun 2007, bahkan dalam pembangunan tarok city masih banyak masyarakat yang belum menerima ganti rugi atas tanah yang sudah di pakai dalam pembangunan tarok city.

Menanggapi pertanyaan perwakilan LIMAPIA tentang tambak udang, Arwinsyah mengatakan telah dirazia oleh Polres Kota Pariaman dan Satpol PP.

Arwinsyah,Ketua DPRD kabupaten Padang Pariaman meapresiasi langkah LIMAPIA dalam menyampaikan aspirasi mereka tentang Tarok City dan persoalan tambak undang ke DPRD. Terimakasih saudara Rahman dan kawan kawan yang telah memberikan beberapa aspirasi ini semua akan kami bawa kepada dinas-dinas terkait,ujar Arwinsyah.

Audiensi yang berlansung sekitar 2 jam tersebut aman dan tertib dengan pengawalan dari pihak kepolisian dan satpol pp setempat. (tim)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img