Lima kecamatan di Kota Payakumbuh bertarung menjadi yang terbaik dalam lomba Lembaga Didikan Subuh (LDS) Tingkat Kota Payakumbuh 2015. Masing-masing kecamatan, diwakili LDS terbaik yang ada di kecamatan setempat. Pejabat yang ada di kecamatan itu menjadi kekuatan untuk mendapatkan nilai yang terbaik bagi LDS yang dinilai.

Seperti penilaian LDS di Masjid Mujahadah Kelurahan Sawah Padang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Minggu (22/3). Sejumlah pejabat kota yang berada tak jauh dari masjid setempat hadir saat penilaian, di antaranya Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar, Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam, Sekdako H. Benni Warlis dan Kepala Kantor Kemenag H. Asra Faber, selain camat dan lurah.

Walau begitu, peserta lomba LDS jangan khawatir, tim akan tetap objektif dalam menjalankan tugasnya sebagai tim penilai. “Kalaupun pejabat bersangkutan hadir saat perlombaan, karena domisilinya tak jauh dari masjid, itu pantas dihargai. “Karena, kegiatan lomba LDS ini, juga butuh dorongan dari pimpinan kota ini,” katanya.

Lomba LDS Tingkat Kota Payakumbuh itu, seperti dikatakan Wirman, anggota tim lainnya, diawali di LDS Masjid Ausad Kelurahan Seberang Betung, wakil Kecamatan Payakumbuh Barat, dan LDS Masjid Mutawaidah Kelurahan Ompang Tanah Sirah, sebagai wakil Kecamatan Payakumbuh Utara, Minggu sebelumnya.

Sementara itu, dua wakil lainnya, yaitu LDS Tafiqul Janah Masjid Baiturrahman Kelurahan Payobasung, wakil Payakumbuh Timur dan LDS Masjid Darul Salam Kelurahan Kotopanjang Dalam, wakil Kecamatan Latina, baru akan dinilai Minggu (29/3) dan Minggu (5/4) mendatang.

Dikatakan, Yon Refli yang juga Kabag Kesra Setdako Payakumbuh itu, kegiatan lomba keagamaan itu punya nilai positif yang sangat banyak, terutama dalam pembinaan watak dan keagamaan generasi muda. Karena pada acara didikan subuh itu para santri dan santriwati dilatih untuk tampil membacakan kegiatan keagamaan, seperti ayat-ayat pendek, doa-doa, yang semuanya berguna untuk dirinya sendiri dan juga orang tua mereka. Target terakhirnya adalah membentuk aqidah manusia kepada jalan kebenaran.

Lomba didikan subuh mempunyai kriteria penilaian diantaranya, penguasaan materi, ketetapan waktu dan kehadiran. Masing-masing materi dinilai oleh seorang dewan juri tambah satu ketua dewan juri yang profesional. “Tak ada rekayasa dalam penilaian. Yang terbaik akan mewakili Payakumbuh ke lomba yang sama tingkat provinsi, sebutnya.

 

Sumber: Humas Kota Payakumbuh
loading...