Kampar BeritaSumbar.com -Pemilihan umum serentak sebagai demokrasi telah dilaksanakan secara serentak 17 April 2019. Beberapa bulan lalu, para kandidat –baik itu capres/cawapres, calon legislatif, partai politik sibuk berkampnye,Hal yang sama, masyakarakat juga mempromosikan jagoannya kepada khalayak ramai di sisi yang lain. Dalam proses panjang ini, tak jarang ekses-eksis negatif terjadi. Upaya menjatuhkan lawan, black campign, hoax, provokasi, ujaran kebencian, bahkan fitnah, tumbuh subur di tengah masyarakat, terutama di dunia maya di tahun politik ini.

17 April 2019 lalu menjadi akhir dari semua itu. Kita memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani dan pertimbangan rasio kita. Pemilu 2019 ini sebagai penentuan sikap dan pilihan politik harus dijadikan sebagai pesta demokrasi. Layak sebuah pesta, maka pemilihan ini harus dirayakan oleh semua lapisan masyarakat. Pesta adalah suasana yang mengembirakan, euforia, ceria, canda tawa, dan kegirangan. Pemilu sebagai pesta harus membuat setiap insan dengan riang-gembira dan tanpa paksaan untuk memilih sesuai dengan kecocokan hatinya

dalam pesta demokrasi setiap orang juga bebas memilih jagoanya sesuai dengan pertimbangan rasio dan hati nuraninya.

Pemaknaan pesta yang seperti inilah yang akan menimbulkan sikap saling menghargai, menghormati, dan membebaskan setiap orang sesuai pilihannya

Hal ini juga yang di sampaikan Sisprapto selaku ketua Relawan Nusantara 8 (relawan Prabowo – sandi) DPW Provinsi Riau.(15 Agustus 2019) lalu ,bahwa Republik Indonesia baru saja melakukan pesta Demokrasi / Pemilu serentak (Pilpres dan Pileg) pada tanggal 17 April 2019 yang dilakukan pada seluruh wilayah di indonesia. Pasca di umumkannya hasil perolehan suara Paslon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia dan penyelesaian sengketa pemilu oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, membuat suhu politik di tanah air mulai memanas dan sempat terjadi berbagai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh berbagai kelompok / ormas di berbagi wilayah yang mengganggu situasi Kamtibmas,

Meskipun masyarakat Riau sudah melakukan pelantikan dan pengangkatan sumpah bagi anggota DPRD Provinsi Riau terpilih yang diselenggarakan pada bulan September 2019, Selain itu pada bulan Oktober 2019 akan dilakukan pelantikan Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia terpilih ” jelasnya

Sisprapto mengajak dan menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga keamanan dilingkungan masing-masing dan tidak melakukan aksi atau pengerahan masa yang dapat membuat situasi Kamtibmas tidak kondusif di Prov. Riau.

Sikap menghargai, menghormati, dan memberikan kebebasan kepada orang lain tidak bisa muncul jika kita tidak meletakkan itu semua di atas persaudaraan ,lahir dan tumbuh di tanah yang sama, dengan bahasa yang sama, juga berhimpun dalam wadah bangsa dan negara yang sama. harus jadi pondasi dalam setiap gerak-gerik anak bangsa. Kita boleh beda pilihan partai politik, capres/cawapres, jagoaanya masing – masing.

Yang terpilih dalam pesta demokrasi ini, ia adalah pemimpin, wakil dari kita semua, bukan hanya wakil dan pemimpin golongan atau pemilihnya, bahwa pemilu bukanlah akhir dari segalanya. Ia merupakan proses dari jalannya demokrasi menuju sebuah cita-cita yang kita impikan bersama” tandasnya.(eman)

loading...