Kesedihan Seorang Ibu

CILOTEH TANPA SUARA,Beritasumbar.com– “ Ananda Saiful mungkin kenal dengan anak saya, yang pernah mencalonkan diri sebagai kepala daerah “ cerita ibu tua kepada saya yang menyebutkan nama anaknya setelah di refleksi dengan keluhan perut dan pinggulnya sakit.
“ kalau itu, saya hanya kenal nama, memangnya kenapa ibu ? “ Tanya saya kembali
“ sudah beberapa kali saya memberikan nasehat kepadanya, tak diindahkannya, ibu tau anak ibu itu beranjak dari bawah dan dulu hidupnya susah, tetapi karena bujuk rayu temannya mau saja dia mencalon kan diri dan menghabiskan uangnya untuk itu, dan dari awal ibu sudah menyatakan tidak setuju, malahan sudah dingatkan “ ananda kalau mau dikenal orang sepanjang masa cobalah cor rabat beton jalan ke Mesjid supaya kaki ibu tidak basah dan kotor karena ibu telah tua apabila pergi ke Mesjid bisa- bisa ibu terjatuh karena jalannya licin dan becek, namun dia diam saja terhadap usul ibu itu. Nah apa yang ibu bayangkan tersebut kini bersua jua, sekarang hutangnya banyak yang akan dibayar dia miskin sekarang, dan pinggul ibu sakit karena terjatuh pergi ke Mesjid waktu sholat magrib “ ujar ibu tua tersebut sambil memandangi saya.
“ kalau begitu, kenapa ibu tidak mendoakan kebaikan buat anaknya supaya menjadi kepala daerah “ ujar saya.
“Setiap ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk anaknya. Persoalannya, yang dikabulkan Allah SWT adalah “apa yang dirasakan ibu”, bukan “apa yang diinginkan anaknya”. Karena “doa sesungguhnya” bagi seorang ibu adalah apa yang muncul dari dalam hatinya (yang dirasakan, bukan yang dia pikirkan/inginkan. Bukan yang terucap di mulut, tetapi yang terasa di hati). Allah SWT selalu mengabulkan doa tersebut (yang ada ada di hati , diminta maupun tidak diminta. Setiap seorang ibu mempunyai perasaan yang dekat dengan anaknya, diwaktu dia dulu miskin ingin sukses berusaha ibu berdoa dan yakin akan usahanya sukses, tetapi untuk jadi kepala daerah ibu tidak punya keyakinan karena dia tidak punya ilmu sama sekali dan dia tidak pernah di kampung “ jawab ibu tersebut.
“ saya mengerti ibu “ jawab saya singkat sambil melihat guratan mukanya menahan kesedihan dan disudut matanya menetes air mata.
“ Tahukah ananda Saiful, bahwa doa pertama yang paling cepat didengar oleh Allah adalah doa seorang ibu terhadap anak – anaknya. Makanya kita harus patuh terhadap apa yang dikatakan oleh ibu kita supaya tidak menyesal nantinya. Ketahuilah bagi ananda, bahwa Ibu merupakan orang yang paling berjasa dalam kehidupan seorang anak manusia. Setiap manusia bisa terlahir dan sukses menjalani hidup di dunia semata – mata tidak terlepas dari jasa ibu yang mengandung dan melahirkannya. Sebegitu besarnya lah pengorbanan seorang ibu untuk anaknya, sehingga doa seorang ibu terhadap kehidupan anak – anaknya benar – benar sangat mustajab dan lebih cepat didengar oleh Allah SWT.
Apakah ibu ananda masih hidup ? “ Tanya perempuan tersebut, dan saya lihat disudut matanya air matanya semakin deras.
Kerongkongan saya tersedak, dan ingat kepada almarhumah ibunda saya dan seberapa besar saya telah berbuat baik kepadanya semasa hidupnya “ ibunda saya telah meninggal ibu, tetapi saya selalu melaksanakan nasehatnya dan saya begini karena berkat doa ibu saya , sekarang hanya doa yang selalu saya kirimkan buatnya “ ujar saya dan suara saya telah mulai serak.
Saya merenung dan mendapat suatu pelajaran bahwa kesuksesan dan musibah maupun bencana yang tertimpa atas diri seseorang adalah semuanya karena doa dari hati seorang ibu yang paling dalam dan apabila ketidak patuhan , pelanggaran dan kedurhakaan terhadap ibu. Dan kalau ini hanyalah karena ketidak patuhan dan kedurhakaan sekali, maka bagaimana kalau kedurhakaan itu berulang-ulang kali?
Semoga ALLAH SWT menjadikan kita semua dari pada orang-orang yang taqwa kepada-Nya dan taat kepada Ibu Bapak kita, aamiin.. Saiful Guci , Agustus 2016