30 C
Padang
Kamis, Februari 2, 2023
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Inovasi dan Business Plan Pembibitan Kakao Untuk Mahasiswa Melalui Program Matching Fund 2022
I

Kategori -
- Advertisement -

Wujud dari implementasi program matching fund 2022 adalah menjadikan sebuah inovasi dari perguruan tinggi sebagai sebuah langkah dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh dunia usaha sebagai mitra khususnya dan permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat secara umum. Melalui program matching fund, setiap insan dikti dapat berkontribusi dalam sumbangsih ilmu pengetahuan kepada masayarakat sebagai salah satu bentuk tridarma perguruan tinggi

Jiwa wirausaha perlu dari sedini mungkin disematkan pada anak-anak muda khususnya mahasiswa. Berbagai bidang dapat dijadikan sebagai sebuah usaha yang memeliki harapan yang cerah. Dalam hal ini, mahahasiswa lulusan pertanian setidaknya mampu menciptakan lapangan kerja sendiri dari bekal ilmu yang diperolh selama pendidikan. Kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di Fakultas Pertanian dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh seperti halnya usaha pembibitan.

Dewasa ini, usaha pembibitan memeliki proepek yang cukup cerah jika ditekuni dengan serius. Dalam waktu yang singkat usaha yang diajlankan dapat mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Seperti yang disampaikan Oleh salah satu pebisnis pembibitan di kota Padang, Indra Nepi. Meskipun bukan sebagai alumni pertanian, namun sudah berkiprah diberbagai pembibitan seperti kakao, kopi, kelapa, pinang, aren , dll dan sudah tersebar diberbagai daerah di sumatera barat dengan permintaan yang tinggi.

Melalui program matching fund 2022, sejumlah dosen pertanian universitas andalas melakukan pelatihan yang bertajuk  inovasi dan businis plan pembibitan kakao. Kegiatan ini merupakan kegitan lanjutan dari pelatihan yang sudah diadakan seminggu sebelumnnya. Melalui pelatihan ini, diharapakn mahaasiswa yang menjadi sasaran dapat memiliki jiwa berwirausaha khususnya pada pembibitan kakao karena sesuai dengan bidang ilmu yang telah mereka tempuh.

Dengan menghadirkan beberapa pebisnis pembibitan kakao yang ada di Sumetra Barat, pelatihan ini dapat menjadi motivasi dan contoh nyata bgi mahasiswa sehingga semua yang diceritakan tidak hanya sebagai sebatas cerita namun juga ada bukti yang sudah jauh lebih dahulu terjun pada usaha pembibitan meskipun bukan seorang alumni pertanian namun dapat merintis usaha tersebut dari nol sampai menjadi sebuah mitra pembibitan yang dperhitungkan di Sumatera Barat saat ini.

Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Ir. Munzir Busniah MS, beranggotakan Dr. Candra Lina, MP. Dr. Yulmira Yanti, MSi, Dr, Armansyah MP, Obel MP, Nugraha Ramadhan MP dan Rachmad Hersi Martinsyah MP pada program Matching Fund 2022 dengan judul penguatan Bisnis Teaching Farm dengan Aplikasi Induksi Imunitas pada produksi bibit kakao unggul.

Sedikit gambaran mengenai program ini bahwa permasalahan yang terjadi saat ini, produksi kakao setiap tahun mengalami penurun, banyak hal yang menyebakan hal tersebut salah satunya teknik budidaya yang kurang tepat, bibit yang tidak berkualitas. Dengan kondisi tersebut, diharapkan dengan program ini dapat menjadi sebuah inovasi dan solusi dalam pengembangan tanaman kakao. Inovasi yang ditawarkan adalah penerapan induksi imunitas tanaman sedini mungkin.

Induksi imunitas merupakan suatu mekanisme aktivasi ketahanan tanaman terhadap patogen. Induksi imunitas ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan Rhizobacteria, Fungi Mikoriza arbuscular, cendawan Entomopatogen serta penggunaan pestisida nabati. Pemanfaatan induksi imunitas tanaman ini sangat potensial sebagai tindakan dini yang ramah lingkungan untuk pertanian berkelanjutan.

Prosesnya dimulai semenjak persiapan bibit sampai bibit disalurkan dengan harapan bibit sudah memiliki imunitas yang bagus ketika ditanam dilapangan. Mengingat hal tersebut, sangat tepat jika langkah ini dijadikan solusi dan inovasi bagi penyedia bibit kakao. Petani maupun penyedia bibit kakao diharapkan mampu untuk memahami dan melakukan kegiatan preventif ini, harapannya dengan penerapan inovasi ini mampu membantu meningkatkan kualitas bibit kakao serta mampu mendukung pertanian berkelanjutan yang sudah menjadi sebuah trend masa kini seiring semakin berkembangnya kesadaran masyarakat dunia terhadap pangan yang less input dan/atau pangan organik.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img