Limapuluh Kota, BeritaSumbar.com – wajah muda yang ganteng dan teduh Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) Disambut riuh sorak sorai sekelompok Ibu – Ibu Yasinan di Jorong Tanjuang Monti Kenagarian Sungai Baringin, Kecamatan Payakumbuh, Limapuluh Kota. RKN sengaja diundang jamaah, karena penasaran dengan sosok asli dirinya.
Ketika RKN turun dari mobil, keramahan jamaah yasin di Sungai Baringin sangat terkesan. Sambutannya khas, kental dengan nuansa budaya Minangkabau. Sebelum berbagi cerita bersama masyarakat, salah seorang ibu – ibu menyentil putra Harau itu dengan baliho RKN, “ndak jauah beda wajah Bapak iko jo yang dibaliho doh,” kata ibu bergamis hijau itu.
Setimpal dengan itu RKN menyahut, “pasti berbeda lah Bu, soalnyo yang di baliho lah melalui proses editing. Tapi syukur Alhamdulillah, kiro – kiro bara umua ambo?” Tanya RKN, langsung dijawab dengan riuh, ada yang menjawab 25, 28 dan 33.
RKN yang berumur 33 tahun itu menyampaikan niatnya untuk maju sebagai kandidat Bupati, “Ambo ingin mengabdi ke kampung halaman, pengalaman organisasi terus mengajak Ambo (saya) untuk mengabdi ke kampung halaman. Saya punya keinginan yang lebih untuk Kabupaten Limapuluh Kota,” tutur RKN dalam sambutannya.
RKN juga menyampaikan, “masyarakat harus merasakan dampak dari pembangunan Limapuluh Kota, namun saat ini sangat minim, karena tidak maksimalnya penyerapan PAD dan rendahnya APBD. Selain rendah, APBD Kabupaten Limapuluh Kota juga banyak dihabiskan oleh biaya operasional, tidak untuk pembangunan fisik dan non fisik masyarakat itu sendiri,” sebutnya.
Nah APBD ini siapa yang mengatur ibu – ibu..? Tanya RKN kepada jamaah yasin, lalu dijawab Bupati! Kata masyarakat tersebut. “Jadi dari itu ibu – ibu, kalau Ambo diberi amanah menjadi Bupati Limapuluh Kota, maka saya akan mengatur APBD dengan sebaik mungkin. Salah satu caranya dengan menjalin komunikasi ke atas, masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama,” kata RKN.
Lebih lanjut RKN mengatakan, “bupati adalah eksekutor. Menjadi Bupati berarti harus cepat bertindak, jika lamban maka masyarakat yang akan jadi korban. Misal, ada dana bantuan dari pusat untuk membangun jalan maka bupati harus cepat mengeksekusi hal itu, tidak boleh berbelit – belit. Namun harus sesuai dengan peraturan dan berhati – hati,” katanya.
Di samping APBD, RKN juga mengulas soal pertanian. Masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota mayoritas pekerjaannya adalah petani, tapi apakah kita sudah sejahtera? “Jelas masih belum,” kata masyarakat Sungai Beringin, dijelaskan oleh RKN untuk pertanian kita punya program jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas lahan dan pemangkasan rantai tata niaga, sehingga produksi melimpah dan petani bisa langsung menjual ke pasar,” tukas RKN. (frp)