Pariaman, Dalam upaya menekan angka kejadian penyakit ginjal yang terus meningkat di Indonesia, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “EDUKASI SADAR (Semangat Mengatasi dan Deteksi Risiko) dengan Metode Focus Group Discussion (FGD) dalam Upaya Membangun Masyarakat Sayang Ginjal” digelar di Desa Sikapak Barat, wilayah kerja Puskesmas Sikapak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman bulan Juli lalu.
Kegiatan ini mengusung metode Focus Group Discussion (FGD) sebagai pendekatan partisipatif untuk mendorong kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit ginjal. Dengan menggandeng narasumber dari bidang keperawatan dan kesehatan masyarakat, kegiatan ini disambut dengan antusias oleh warga desa.
Ketua Kelompok Pengabdian, Ns. Kheniva Diah Anggita, S.Kep., M.Kep, dalam pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa pengabdian ini tidak hanya bertujuan memberi informasi, tetapi juga membentuk pola pikir baru dalam masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ginjal sebagai organ vital.
“Penyakit ginjal adalah masalah serius, namun sering luput dari perhatian masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk sadar akan risiko, tetapi juga yakin bahwa pencegahan itu mungkin dan bisa dimulai dari rumah sendiri,” ujar Ns. Kheniva.
Sambutan dan Dukungan dari Pemerintah Nagari
Kepala Desa Sikapak Barat, Almasri, S.H., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Ia menekankan bahwa pemerintah desa sangat mendukung kegiatan berbasis edukasi seperti ini karena sejalan dengan upaya pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
“Kesehatan adalah pondasi utama kemajuan desa. Kami sangat mendukung program ini dan berharap masyarakat tidak hanya menjadi pendengar, tapi juga pelaku perubahan. Mari kita bangun budaya sadar kesehatan dari sekarang,” ujar Almasri, S.H.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sikapak, dr. Fitria Syarif, menegaskan bahwa puskesmas siap menjadi mitra masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit ginjal. Ia juga mengingatkan bahwa deteksi dini menjadi sangat penting karena penyakit ginjal sering tidak menunjukkan gejala awal yang jelas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Puskesmas terbuka dan siap melayani,” tutur dr. Fitria dalam arahannya.
Pemateri Profesional dari Berbagai Instansi
1. Materi pertama disampaikan oleh Ns. Aulia Asman, S.Kep., M.Biomed, yang membawakan topik “Faktor Risiko Penyakit Ginjal dan Pentingnya Deteksi Dini”. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai penyebab utama kerusakan ginjal, termasuk hipertensi, diabetes, penggunaan obat-obatan tanpa pengawasan medis, serta gaya hidup tidak sehat.
“Penyakit ginjal tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Ketika sudah terlihat gejala, biasanya sudah terjadi kerusakan yang signifikan. Deteksi dini menjadi kunci,” ujar Ns. Aulia Asman, S.Kep., M.Biomed
2. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi tentang “Kampanye Hidup Sehat: Aktif, Produktif, dan Bahagia sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Ginjal oleh Ns. Prima Yoselina,S.Kep, M.Kep”. Ia mengajak masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat secara konsisten dan menyenangkan, termasuk dengan cukup minum air putih, makan bergizi seimbang, rutin bergerak, serta mengelola stres.
“Sehat itu bukan mahal, tapi butuh disiplin. Mari kita buat hidup sehat sebagai gaya hidup sehari-hari,” kata Ns. Prima Yoselina, S.Kep, M.Kep dalam penyampaian materinya.
FGD Sebagai Sarana Dialog dan Komitmen Bersama
Sesi diskusi kelompok terarah (FGD) yang difasilitasi oleh tim pengabdi berlangsung dinamis. Warga diberikan ruang untuk menyampaikan kebiasaan sehari-hari terkait kesehatan ginjal, serta berdiskusi langsung dengan narasumber. Diskusi ini membangun kesadaran baru tentang pentingnya pola hidup sehat dan keinginan bersama untuk membentuk kelompok sadar kesehatan di lingkungan masing-masing.
Partisipasi warga sangat aktif, mulai dari ibu rumah tangga, remaja, hingga tokoh masyarakat. Kegiatan ini juga menghasilkan beberapa rencana tindak lanjut seperti pemeriksaan kesehatan berkala dan edukasi rutin berbasis RT/RW.
Harapan dan Langkah Lanjut
Kegiatan EDUKASI SADAR ini menjadi langkah awal membangun masyarakat yang peduli terhadap kesehatan ginjal, terutama di wilayah Desa Sikapak Barat. Dengan sinergi antara pemerintah desa, puskesmas, dan tenaga kesehatan, diharapkan akan terbentuk komunitas yang aktif menjaga kesehatan secara preventif dan promotif.
Program ini juga membuka peluang untuk replikasi di desa-desa lain di Kota Pariaman sebagai bagian dari kampanye “Masyarakat Sayang Ginjal” yang holistik dan berkelanjutan.
Penutup
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Universitas Negeri Padang tidak hanya menjalankan tridharma perguruan tinggi, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas melalui pencegahan stunting berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian ini beranggotakan: 1 Ns.Kheniva Diah Anggita, S.Kep.,M.Kep. 2. Anisa Fadilah, S.Psi., M.Psi.T 3. Rifqi Aulia Zaim, S.Pd., M.Pd.T.