Edukasi Covid-19 pada Keluarga Pra sejahtera di Era New Normal Masih Sangat Dibutuhkan

Memasuki era new normal sebagian masyarakat beranggapan bahwa ancaman Covid 19 sudah tidak perlu ditakuti.  Masyarakat mulai melakukan aktivitas ekonomi dan sosial seperti biasa. Tidak jarang dari masyarakat berada ditempat keramaian tanpa menggunakan masker dan mengikuti protokol kesehatan yang telah disosialisasikan pemerintah. Diketahui bahwa angka kasus baru pasien terinfeksi Covid 19 semakin meningkat. Per tanggal 3 Juli 2020 diketahui adanya 10 kasus baru di provisinsi Sumatera Barat dan 1.301 kasus di Indonesia.

Hal ini membuktikan bahwa kewaspadaan terhadap penularan virus Corona masih harus ditingkatkan. Terutama kepada keluarga pra sejahtera yang akses informasinya terbatas. Tidak semua keluarga mempunyai televisi dan smartphone dirumah. Keterbatasan tenaga kesehatan memberikan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat juga menjadi kendala ditengah pandemi ini. Perlunya edukasi door to door kepada seluruh lapisan masyarakat terutama keluarga pra sejahtera tentunya akan berpengaruh terhadap pemahaman nya terhadap pandemi Covid 19 yang memasuki era new normal.

Untuk itu, tim dosen dari Fakultas Keperawatan yang terdiri dari Ns. Fitri Mailani, M.Kep, Emil Huriani, S.Kp, MN, Ns. Rahmi Muthia, M.Kep dan Ns. Sovia Susianty, M.Kep melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus memberikan edukasi kepada keluarga pra sejahtera. Konsep edukasi kali ini dikemas berbeda. Edukasi yang dilakukan dengan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (door to door) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan melakukan physical distancing.

Metode ini dipilih karena menghindari kerumunan/ keramaian dan akan sulit menjaga physical/social distancing. Media booklet yang menarik dipersiapkan untuk membantu pemahaman keluarga terhadap materi yang diberikan. Edukasi dilakukan kepada keluarga pra sejahtera di nagari Sungai Buluh Selatan, kecamatan Batang Anai, kabupaten Padang pariaman. Lokasi ini dipilih dikarenakan secara geografis nagari Sungai Buluh Selatan merupakan daerah perbatasan antara kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman dan mayoritas masyarakat bekerja sebagai buruh pabrik dan pekerja harian. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari yaitu tanggal 1-3 Juli 2020, kepada 32 keluarga.

Materi edukasi ditekankan kepada pencegahan penularan yaitu dengan mencuci tangan lebih sering dengan sabun dan air setidaknya 20 detik atau menggunakan hand sanitizer. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.

Jangan berjabat tangan dan hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit. Tutupi mulut saat batuk dan bersin dengan lengan atas dan ketiak atau dengan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan. Segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah setelah berpergian. Bersihkan dan berikan desinfektan secara berkala pada benda- benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain-lain), gagang pintu, dan lain-lain.

Tim edukasi juga mengajarkan cara menggunakan masker kain yang benar dan cara membuat cairan desinfektan lingkungan dengan bahan yang mudah ditemui. Pentingnya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan melakukan Physichal/ Social distancing harus tetap dipertahankan di era kehidupan yang baru ini. Menjaga sistem imunitas diri merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, terutama untuk mengendalikan penyakit penyerta (komorbid).

Dengan segala keterbatasan keluarga pra sejahtera tim edukasi mengajarkan untuk memanfaatkan segala sesuatu yang mudah didapat dan murah harga nya. Seperti makan makanan yang bergizi yang mudah didapat, pembuatan disinfektan lingkungan dari sodium hipoklorit (Bayclin) yang cara membuatnya sudah dijelaskan dengan detail didalam modul edukasi. Diakhir kegiatan edukasi, tim membagikan masker, hand sanitizer dan booklet edukasi kepada keluarga.

Kegiatan ini sebagai upaya mengingatkan kita semua agar jangan lengah karena virus belum lagi pindah. Meskipun kita sudah memasuki era “New Normal” namun protokol kesehatan harus tetap diperhatikan. Untuk itu, kita diharapkan untuk selalu peka dan selalu mengingatkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kerjasama dan koordinasi antar lintas sektor tentunya sangat dibutuhkan. Membentuk keluarga tangguh, cerdas dan peka lingkungan adalah kunci keberhasilan menanggulangi ancaman virus pada saat pandemi seperti ini. Karena semua keluarga BISA kalahkan Corona.

Pengabdian Masyarakat Dosen Fakultas Keperawatan UNAND

Penulis: Fitri Mailani

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

loading...