25 C
Padang
Rabu, Desember 7, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

DETEKSI DINI PENYAKIT PNEUMONIA DI KALANGAN MASYARAKAT
D

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Ns.Yuanita Ananda, S.Kep., M.Kep
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen sampai pengeluaran karbon dioksida hingga menggunakan energy di dalam tubuh. Adapun anatomi sistem pernafasan yaitu  hidung (Cavum Nasalis) jalan masuk udara utama dan terdiri atas rongga berukuran besar yang tidak beraturan yang dibagi menjadi dua lubang yang sama besar oleh suatu septum, faring merupakan saluran yang memiliki panjang 12-14 cm dan memanjang dari dasar tengkorak dan vertebra servikalis servikalis ke -6 Faring berada di belakang hidung, mulut dan laring, laring berfungsi sebagai penghubung jalan nafas antara faring dan trakea, trakea berfungsi menjaga kepatenan jalan nafas dan mencegah obtruksi jalan naffas saat kepala dan leher digerakan, bronkus berfungsi menyediakan jalan bagi udara yang masuk dan keluar paru-paru, Terdapat dua paru, dimana masing masing terletak disamping garis medialis di rongga toraks,

Paru-paru menyerupai kerucut terdiri atas bagian apeks, basal, permukaan kosta dan permukaan medialis. Paru kanan dibagi menjadi tiga lobus yaitu superior, medialis dan inferior. Paru kiri berukuran lebih kecil daripada paru kanan karena jantung menempati ruang kiri garis medialis. Lobus kiri terdiri atas dua lobus yaitu superior dan inferior. Pleura terdiri atas kantong membrane serosa yang tertutup dan berisi sedikit cairan serosa. Paru paru terdesak ke dalam kantong ini sehingga membentuk dua lapisan: satu lapisan melekat pada paru dan lapisan lainnya melekat pada dinding rongga toraks.

Salah satu penyakit dengan gangguan sistem respirasi yaitu pneumonia. Pneumonia adalah peradangan alveoli atau pada parencgyma paru yang terjadi pada anak disebabkan oleh bakterial (Staphylococcus, pneumococcus, atau streptococcus) atau infeksi viral (Respiratory Syncytial Virus). Penyebab pneumonia adalah Infeksi

  1. Virus pernapasan yang paling sering terjadi dan lazim yaitu Mycoplasma pneumonia yang terjadi pada usia beberapa tahun pertama dan anak sekolah dan anak yang lebih tua
  2. Bakteri astreptococcus pneumonia, S.pyogenes, dan Staphylococcus aureus yang lazim terjadi pada anak normal.
  3. Haemophilus influenza tipe b menyebabkan pneumonia bakteri pada anak muda, dan kondisi akan jauh berkurang dengan penggunaan vaksin efektif rutin.
  4. Virus non respirasik, bakteri anterik gramnegatif mikobakteria,chlamedia spp, ricketsia spp, pneumositis carinii, dan sejumlah jamur
  5. Virus penyebab pneumonia yang paling lazim adalah virus sincital perrnapasan (respiratory syncitial virus / RSV),parainfluenzae, influenzae, dan adenovirus.

Non infeksi

  1. Aspirasi makanan dan atau asam lambung
  2. Benda sing
  3. Hidrokarbon dan bahan lipoid
  4. Reaksi hipersensitifitas dan pneumonitis akibat obat atau radiasi
  5. Penyebab pneumonia karena bakteri cenderung menimbulkan infeksi lebih berat  daripada agen non bakteri

            Jenis dan keparahan pneumonia dipengaruhi oleh faktor : Umur, serangan puncak pneumonia virus pada anak usia 2 dan 3 tahun, makin sedikit berangsur-angsur, jenis kelamin, anak laki-laki lebih sedikit sering terserang pneumonia daripada anak perempuan, musim dalam tahun, kepadatan penduduk.

            Tanda dan gejala dari penyakit Pneumonia adalah Demam, Dingin, Batuk produktif atau kering, Malaise, Nyeri pleural, Kadang dispnea dan hemoptisis, Sel darah putih berubah (>10.000/mm³ <6.000 mm)

            Patofisiologi dari penyakit Pneumonia adalah Reaksi inflamasi dapat terjadi di alveoli yang menghasilkan eksudat yang mengganggu difusi oksigen dan karbon dioksida: bronkospasme juga dapat terjadi apabila pasien menderita penyakit jalan nafas reaktif. Bronkopnemonia bentuk pneumonia yang paling umum menyebar dalam model bercak yang meluas dari bronki ke parenkim paru sekitarnya. Pneumonia lobar adalah istilah yang digunakan jika pneumonia mengenai bagian substansial pada satu atau lebih lobus. Pneumonia disebabkan oleh berbagai agen mikroba di berbagai tatanan. Organism yang biasa menyebabkan pneumonia antara lain pseudomonas aeruginosa dan spesies klebsiella; Staphylococcus aureus; Haemophilus influenza; Staphylococcus pneumonia dan basilus gram negative, jamur dan virus (paling sering terjadi pada anak-anak)

Pada paru – paru penderita pneumonia dipenuhi sel radang dan cairan yang sebenarnya merupakan reaksi tubuh untuk mematikan kuman, tetapi karena adanya dahak yang kental maka akibatnya fungsi paru terganggu sehingga penderita mengalami kesulitan bernafas karena tidak adanya ruang untuk tempat oksigen. Kekurangan oksigen membuat sel – sel tubuh tidak bisa bekerja karena inilah, selain penyebaran infeksi keseluruh tubuh, penderita pneumonia juga bisa meninggal (Muttaqin, 2008). Menurut Mansjoer (2000) komplikasi pneumonia yaitu :Abses kulit, Abses jaringan lunak, Otitis media, Sinusitis, Meningitis purualenta, Perikarditis

Untuk menegakkan diagnosa Pneumonia diperlukan pemeriksaan penunjang yaitu Kultur darah, Sekresi respirasi, Radiologi dada menunjukkan inviltrat mungkin lobus tunggal paru (pneumonia lobar) atau mungkin lebih difus (bronko pneumonia)

Penatalaksanaan pada pasien dengan pneumonia adalah suplai oksigen dan ventilasi mekanik, hidrasi yang adekuat, kebersihan pulmonari yang baik seperti napas dalam, batuk, terapi fisik pada dada, pembersihan antibiotik untuk pneumonia bakterial dalam menentukan antibiotik harus selektif berdasarkan kultur sputum dan sensitifitas bakteri spesifik

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img