25.2 C
Padang
Selasa, Januari 18, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dampak Putus Kontrak Proyek Drainase Jl Perintis Kemerdekaan, Ini Dilakukan Pemko Bukittinggi
D

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Masyarakat tak usah khawatir atas kondisi proyek drainase yang membelah jalan dalam kota Bukittinggi. Pasalnya, pemerintah telah memiliki solusi dalam mengatasi perekonomian masyarakat yang terdampak akibat proyek agar tidak berlarut-larut.

Setidaknya hal tersebut terangkum usai Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menghadiri rapat tertutup dengan para anggota DPRD setempat pada Rabu (5/1/2022).

Menurut Wako, Pemko pada 28 Desember 2021, sudah menyurati Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tentang boleh tidaknya menggunakan atau menganggarkan kembali dalam penyelesaian pekerjaan proyek drainase.

“Pekerjaan itu telah mengganggu kepentingan ekonomi masyarakat kota, karena jalur pekerjaan berada di titik kawasan ekonomi padat. Jadi BPKP sudah memberikan surat kepada Pemko, dan boleh dianggarkan kembali untuk penyelesaian pekerjaan di 2022 melalui mekanisme pergeseran,” ungkapnya.

“Pada Februari atau Maret, Insya Allah sudah dikerjakan kembali. Kita pastikan pekerjaan-pekerjaan berikutnya menjadi pelajaran. Pekerjaan drainase ini, bisa selesai dan jalan kembali berfungsi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, mekanisme lelang pada lanjutan pekerjaan drainase, pastinya dengan kontraktor baru.

“DPRD juga sudah menekankan kepada pihak-pihak BPJ dan pihak-pihak PPK di dinas PUPR untuk memastikan kontraktor akan mengerjakannya kontraktor yang bonafid,” ucapnya.

Wako menyebutkan, sesuai kontrak, pekerjaan berakhir pada 26 Desember 2021, maka di 26 Desember 2021 itu dilakukan evaluasi.

“Semuanya sudah sesuai aturan, kalau sebelum tanggal berakhir diputuskan, itu berarti melanggar kontrak. Jadi tidak ada yang dirugikan,” papar Wako.

“Bobot pekerjaan apakah 50 sampai 60 persen belum dipastikan, karena masih ada audit final quantity. Dibayarkan hanya 30 persen,” tuturnya.

Disampaikan Wako, kontraktor yang memang tak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik bisa dilakukan blacklist.

“Itu tidak hanya berlaku untuk pekerjaan drainase, juga berlaku di pekerjaan lain, tentunya melalui pengajuan yang berdasarkan prosedur atau pun mekanismenya dengan baik,” paparnya.

Ia menegaskan, satu hal yang paling penting untuk diketahui publik, Awaluddin Rao bukan lah pihak yang menandatangani kontrak pekerjaan drainase dengan Pemko, karena menandatangani kontrak adalah Gusraini Rao.

“Nantinya akan dilakukan kunker atau semacam studi banding ke kota lain, untuk meningkatkan kualitas serta mengurangi resiko-resiko gagal pekerjaan seperti ini,” paparnya.

Putus Kontrak

Untuk diketahui, Pemko Bukittinggi mengambil kebijakan memutus kontrak kerja dengan PT Inanta Bhakti Utama, yang mengerjakan proyek drainase senilai Rp12, 9 miliar di Jln Perintis Kemerdekaan kota itu.

Pihak pelaksana pembangunan drainase mulai dari depan SMPN 1 hingga Rumah Potong itu, dinilai tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Padahal proyek drainase primer tersebut bertujuan mengurangi debit air yang datang dari kawasan hulu batas kota Bukittinggi.

Alihkan Titik Crossing Air

Sebagaimana pernah disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Bukittinggi, Rahmat AE, bahwa drainase dibuat guna mengalihkan titik crossing air yang selama ini menyebabkan genangan di kawasan Jembatan Besi, Simpang Capella, Masjid Darussalam, kawasan Galiano, dan Pasar Bawah.

Disamping itu juga direncanakan untuk menampung air dari Bukit Cangang di samping SMP N 1, Jln. H.Agus Salim, Kawasan Pasar Atas yaitu dari Jenjang Gudang, dari Pasar Lereng, dari Jenjang 40, Jalan Cindua Mato yang akan dihubungkan dengan saluran Primer ini.

Proyek tersebut direncanakan pada Tahun Anggaran (TA) 2019. Proses Perencanaan Detail Design Engineering (DED) dilakukan pada Tahun Anggaran 2020, yang dilaksanakan oleh Bidang Jalan, Jembatan dan Irigasi Dinas PUPR pada periode pemerintahan wali kota sebelumnya. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img