26 C
Padang
Wednesday, October 21, 2020

Cendekiawan: Politik kebangsaan NU tidak perlu diragukan

Jombang – Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama Dr Ifan Haryanto M.Sc menegaskan bahwa dalam konteks politik kebangsaan, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia tidak perlu diragukan lagi komitmennya.

“NU memiliki peran yang sangat strategis dalam merajut dan memelihara persatuan Indonesia,” katanya kepada Antara di arena Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, Minggu.

Penilaian itu disampaikan saat diminta tanggapan mengenai pernyataan Indonesianis yang juga peneliti NU, yakni Prof Martin van Bruinessen dari Universitas Utrecht, Belanda, dalam Konferensi Internasional di Kampus.

Universitas KH Hasyim Asy’ari (Unhasy) Jombang, (1/8) bertema “Menjelang Satu Abad: Quo Vadis NU”.

Martin yang dalam kesempatan itu dihadirkan bersama Indonesianis lainnya yakni Prof Emeritus Mitsuo Nakamura dari Universitas Chiba, Jepang menyebut NU dan Muhammadiyah berperan besar dalam mempersatukan Indonesia.

Menurut Ifan Haryanto yang juga Bendahara Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) itu, komitmen ke-Indonesiaan NU sudah terbukti dari zaman sebelum Indonesia merdeka.

Ia merujuk syair lagu “Yalal Wathon” yang diciptakan pendiri NU (Alm) Kyai Wachab Hasbullah pada 1934.

“Isi syairnya menyampaikan rasa kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia secara moral merupakan bukti bahwa NU siap menjadi penyangga republik ini,” demikian Ifan Haryanto.

Sementara itu, Prof Mitsuo Nakamura menyatakan para peneliti Jepang tertarik untuk melakukan kajian Islam damai yang dikembangkan NU dan Muhammadiyah, karena itu para peneliti Jepang sepakat merancang program kajian Islam Damai.

“Saya berharap Islam ramah itu akan membuat orang Jepang bisa menerima Islam,” kata penulis disertasi tentang Muhammadiyah itu yang mengapresiasi tema Islam Nusantara untuk Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur itu.

 

Sumber: Antara/Oleh Andi Jauhari
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pacu Itiak, Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Simak Sejarahnya

Payakumbuh --- Pacu Itiak atau yang biasa dikenal sebagai Pacu Terbang Itiak merupakan salah satu permainan anak nagari di Kota Payakumbuh telah...

KPU Kabupaten Tanah Datar Gelar Pleno Daftar Pemilih Tetap ( DPT)

Tanah Datar,- Tahapan rapat pleno terbuka penetapan DPT yang dilaksanakan oleh KPU kabupaten Tanah Datar di hotel Emersia hari ini, mendapatkan hasil...

P3S Gelar Webinar Dengan Tema “Masa Depan Penyiaran Analog (Konvensional) di Indonesia”

Topik menarik seputar kontroversi antara penyiaran analog dan digital akan dibedah dalam webinar Political and Public Policy Studies (P3S) dan esensinews.com yang...

Tetap Konsisten Pertahankan Kampung Tangguh, Dit Pam Obvit Polda Sumbar Apresiasi Warga Kubang Gajah

Payakumbuh --- Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Sumbar Kombes Pol Agus Krisdiyanto bersama Kasubdit Wisata Ilva Siswanto mendatangi Kampung Tangguh Nusantara Perumnas...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Perbumma Adat Nusantara Kupas Prospek dan Solusi Peningkatan Penyediaan Pangan Nusantara

JAKARTA – Hari Pangan Sedunia yang ke XL pada tanggal 16-Oktober 2020, moment yang tepat bagi Perbumma Adat Nusantara dan KUP Suta...

GM FKPPI Jambi Hadiri Silaturahmi Ormas dan OKP Bersama Polda dengan Tema Jambi Cinta Damai

JAMBI - Kepolisian Daerah Jambi selalu dekat dan merangkul Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dengan mengadakan Silaturahmi untuk meningkatkan...

P3S Gelar Webinar Dengan Tema “Masa Depan Penyiaran Analog (Konvensional) di Indonesia”

Topik menarik seputar kontroversi antara penyiaran analog dan digital akan dibedah dalam webinar Political and Public Policy Studies (P3S) dan esensinews.com yang...

Kemen PUPR: Pembangunan Bendungan Dapat Cegah Banjir Pangkalan

Limapuluh Kota, Beritasumbar.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI mengemukakan salah satu solusi untuk mengatasi banjir yang melanda...
- Advertisement -