spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Cegah Kanker Payudara, inilah beberapa Tips yang Disampaikan Dosen Fakultas Keperawatan
C

Kategori -
- Advertisement -

Bagi perempuan kesehatan payudara mungkin menjadi yang utama untuk dijaga. Akan tetapi. salah satu penyakit yang menjadi momok bagi perempuan ,kanker payudara, semakin lama semakin meningkat angka kejadiannya. Terlebih lagi, Menurut data dari KEMENKES tahun 2020, Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian diantara semua penyakit kanker yang dialami wanita di Indonesia. Oleh karena itu tim pengabdian masyarakat Fakultas Keperawatan Universitas Andalas mengadakan pendidikan kesehatan untuk pencegahan kanker payudara secara dini pada siswi SMPN 24 Kota Padang. Acara ini merupakan rangkaian acara pengabdian masyarakat dari skim ipteks berbasis dosen dan masyarakat (ibdm) yang didanai oleh Fakultas Keperawatan UNAND tahun 2022.

“Ada 2 faktor utama yang dapat mempengaruhi perempuan untuk menderita kanker payudara. Sebagian adalah faktor dapat dikendalikan dan sebagian lagi merupakan faktor tidak dapat dikendalikan atau dihindari. Misalnya, tidak memberi Air Susu Ibu (ASI), kurangnya aktivitas fisik dan tingginya asupan daging merah, perokok aktif maupun pasif, serta penggunaan kontrasepsi oral sebelum masa kehamilan pertama merupakan sebagian dari faktor perilaku yang dapat dikendalikan. Sedangkan, yang dimaksud dengan faktor- faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan antara lain; berjenis kelamin perempuan, ras/suku etnis, riwayat penyakit kanker pada keluarga, riwayat kanker sebelumnya, serta menstruasi dini pada remaja dibawah 12 tahun. Hal tersebut juga berlaku pada perempuan nuliparitas (tidak pernah melahirkan” Ungkap Sidaria dalam menjelaskan kepada siswi yang hadir.

Disamping itu, Sidaria juga menjelaskan terdapat sejumlah teknik deteksi kanker pada payudara, diantaranya mammogram, Magnetic Resonance Imaging (MRI), ultrasonografi payudara, pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS), dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Dari antara metode tersebut, mammogram telah terbukti mampu mendeteksi kanker payudara dengan tingkat akurasi paling tinggi. Sayangnya, metode mammogram masih belum dapat diakses secara merata oleh sebagian masyarakat Indonesia karena biaya yang dibutuhkan untuk pemeriksaan mammogram cukup tinggi dan belum semua fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas memiliki fasilitas layanan mammogram. Periksa Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode paling murah dan tepat untuk diterapkan dalam mendeteksi kanker payudara sejak dini. SADARI merupakan sebuah metode deteksi kanker payudara sejak dini yang dilakukan secara mandiri.

Boby Febri Krisdianto., ketua tim pengabdian dosen Universitas Andalas, menyatakan bahwa Selain Deteksi dini yang dijelaskan sebelumnya, langkah pencegahan lainnya adalah peningkatan gaya hidup sehat. Seperti juga halnya dengan panyakit lain, kanker payudara pada prinsipnya merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila dikenali faktor risikonya sejak dini. Pencegahan primer dimaksudkan dengan menghindari faktor-faktor risiko yang telah dipaparkan sebelumnya. Contohnya dengan dengan menjaga massa tubuh proporsional artinya kita mengurangi risiko terjadinya kanker payudara. Menurut sebuah hasil penelitian dari Inggris menyatakan bahwa setiap 5 kilogram kenaikan berat tubuh, akan meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 11% di mana jenis asupan utama yang memiliki dampak terhadap risiko tersebut adalah lemak dan alkohol, ujarnya.
“Perilaku merokok juga memilki dampak signifikan di mana ditemukan pada perempuan yang merokok, memilki harapan hidup lebih dibandingkan dengan perempuan yang tidak meroko. Aktivitas fisik, berhubungan erat dengan kebugaran tubuh dan memiliki hubungan berbanding terbalik dengan risiko kanker payudara. Tambahannya lagi oleh Boby.

Dwifa Kesuma, Kepala Sekola SMPN 24 Kota Padang, memberikan testimoni terhadap pelaksanaan acara pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Agustus 2022 bahwa ia dan murid murid benar-benar mendapatkan ilmu baru melalui pelatihan ini. “Kami senang karena mendapat ilmu dari dosen Universitas Andalas, khususnya dalam hal mencegah peningkatan kasus kanker payudara dan angka kematiannya,” ujarnya.

Pembelajaran pencegahan kanker payudara dengan konten virtual reality memiliki kepuasan pengalaman bagi siswi, sehingga mereka mengalami peningkatan emosi positif siswa, skil kognitif, skil literasi, dan skil problem solving yang kompleks.

Ia berharap melalui pelatihan ini ,34 anak didik yang ikut kegiatan ini semakin meningkat motivasinya dalam melakukan pola hidup sehat seperti olahraga dan makanan yang sehat serta rutin melakukan pemeriksaan payudara sendii (SADARI). Terlebih lagi Dwifa berharap agar pencegahan kanker payudara ini tidak hanya berjalan disini saja, namun dapat disebarkan ke sekolah lain agar memperoleh pengetahuan yang sama ,” jelasnya.

Pada saat penutupan acara, Boby Febri Krisdianto berserta anggtota timnya yang lain yaitu Sidaria, Tiurmaida Simandalahi serta mahasiswa yang terdiri atas Natasyah, Vebby Fitri Nur’arita, Muhammad Nabil Khaini dan Annisa Rahma Yuni, memberikan kenang-kenangan berupa timbangan badan digital. Tim pengabdian juga berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan dan disebar kepada siswi lain di SMPN 24 melalui anak didik yang telah ikut, tutupnya.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img