Padang Pariaman, beritasumbar.com,-Polres Padang Pariaman melaksanakan apel gelar pasukan Ops Zebra Singgalang 2019 dihalaman Mapolres Padang Pariaman, Rabu (23/10). Kegiatan apel yang di mulai sekitar pukul 08 wib tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Padang Pariaman AKBP Zamrony Wibowo,SIK, MH dan dihadiri oleh forkopimda Kabupaten Padang Pariaman, Wakapolres para pejabat utama Polres, Kapolsek, Perwira serta bintara sejajaran Polres Padang Pariaman.

Kapolres dalam amanatnya mengatakan, bahwa lalu lintas dan angkutan jalan mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan, dan integrasi nasional sebagai bagian dari upaya memajukan kesejahteraan umum, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945, demikian juga lalu lintas dan angkutan jalan sebagai bagian dari sistem transportasi nasional harus dikembangkan potensi dan perannya untuk mewujutkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas dan angkutan jalan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Katanya, Operasi zebra singgalang 2019 ini juga dilaksanakan adalah, dalam rangka cipta kondisi pasca pelantikan presiden, dan wakil presiden terpilih pemilu tahun 2019, serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan guna mewujudkan kamseltibcarlantas.

Maka dari itu jelasnya, polri khususnya polantas sebagai penggerak revolusi serta pelopor tertib sosial di ruang publik akan melaksanakan operasi kepolisian kewilayahan polda, dengan sandi operasi zebra singgalang 2019 dengan mengedepankan giat gakkum lantas secara selektif, prioritas yang dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 23 oktober 2019 s/d 5 november 2019, dengan target operasi adalah segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata pelanggaran undang- undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Untuk itu katanya, perlu kita ketahui bersama bahwa pada pelaksanaan operasi zebra singgalang 2018 yang dilaksanakan di jajaran Polda Sumbar, terjadi laka lantas sebanyak 60 kasus dengan korban meninggal dunia 12 orang, luka berat 12 orang, dan luka ringan 89 orang dengan kerugian materil sebanyak rp 111.650 ( seratus sebelas juta enam ratus lima puluh ribu rupiah ) sedangkan jumlah pelanggaran sebanyak 14.389 pelanggaran yang terdiri dari tilang sebanyak 13.372 kasus dan teguran 1153 kasus.

Kapolres menambahkan, setiap pelaksanaan operasi tentu terdapat perencanaan, sasaran dan cara bertindak sehingga dicapai hasil yang maksimal dengan tujuan yang jelas antara lain, Laksanakan deteksi dini, lidik dan pemetaan terhadap lokasi / tempat yang berpotensi terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Melaksanakan binluh masalah lalu lintas kepada seluruh elemen masyarakat berupa giat sosialisasi, pemasangan spanduk, bener dan baliho penyebaran brosur stiker dan expose di media cetak dan elektronik serta medsos maupun kampanye keselamatan berlalu lintas.

Laksanakan turjawali pada daerah/wilayah yang berpotensi terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta kemacetan lalu lintas
. Laksanakan penegakan hukum terhadap pelanggaran lantas secara selektif prioritas dengan metode simpatik dan inovatif. Giat dakgar tilang dilaksanakan secara stasioner dan hunting system sesuai dengan
ketentuan peraturan yang berlaku dan tidak menimbulkan kontra produktif terhadap citra polri agar giat operasi tidak menjadi pemicu. Laksanakan tugas operasi dengaan baik dan benar sesuai dengan ketentuan hokum dan peraturan yang berlaku. (bus/rel)

loading...