25 C
Padang
Rabu, Desember 7, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Ancam Keselamatan, Pekerja Proyek Drainase Di Bukittinggi Minim Pakai APD
A

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com – Beberapa pekerja pada proyek drainase yang membentang di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bukittinggi ditemukan minim dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Sebenarnya peralatan lengkap. Tetapi kita kan ditentukan oleh RAB. Berapa jumlah RAB berapa, malah lebih dari itu kita siapkan,” kata Ani, dari CV Insani Kontraktor yang membidangi logistik pengerjaan drainase Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bukittinggi, Sabtu.

Menurut dia, penyerahan APD kepada tukang semuanya ada dan sudah ada tanda terimanya.

“Tetapi terkadang hari hujan terus menerus, dan segala macam. Hanya kemarin ini aja yang panas,” paparnya

Ani membantah kalau pekerja di proyek tidak memakai APD. Ani menyatakan bukan tidak pakai, tidak mungkin satu orang lima buah disiapkan.

“Mana anggarannya lagi, misalnya di RAB disiapkan 20 seperti itu, kita siapkan sebanyak. Kita ada pekerja 65 orang,” paparnya.

Ani menegaskan pekerja yang tidak menggunakan APD ketika ada kecelakaan kerja, pihaknya akan menanggung seluruhnya.

Untuk diketahui, kecelakaan kerja dapat dicegah dengan melaksanakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). SMK3 guna terciptanya tempat kerja yang selamat, aman, efisien dan produktif (Permen PU, 2008).

Dasar hukum pelaksanaan keselamatan kerja dan kesehatan kerja adalah UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Permenaker No. 5 tahun 1996 tentang sistem Manajemen K3, Permenaker No. 4 tahu 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

Dasar hukum penerapan sertifikat SMK3 terutama untuk mengikuti lelang atau tender yakni UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Peraturan perundangan-undangan tentang SMK3, juga tertuang dalam UU lainnya diantaranya, UU No. 13 tahun 2003 tetang Tenaga Kerja, Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Ani menyampaikan bahwa di dalam kontrak pengerjaan drainase di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bukittinggi ada SMK3-nya.

Unsur-unsur penunjang keamanan, misalnya APD diantaranya pelindung kepala, pelindung kaki, sarung tangan, sabuk pengaman dan petugas K3. Sementara unsur K3 yang penunjang keamanan non material diantaranya Alay Pemadam Api Ringan (APAR), rambu-rambu petunjuk K3, spanduk K3, MCK, P3K dan Petugas K3.

Untuk diketahui, Pemko Bukittinggi telah menganggarkan dana APBD 2021 senilai Rp15,5 miliar untuk pengerjaan proyek drainase, dimana Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp15,3 miliar.

Pemenang tender pekerjaan saluran sepanjang 1.080, mulai dari SMPN 1 Bukittinggi hingga depan terminal tipe C adalah PT Inanta Bhakti Utama, kontraktor dari Kota Padang.

Proyek dikerjakan awal September 2021 hingga akhir pengerjaan pada Desember 2021. Dinilai Pemko tidak sesuai yang diharapkan, maka diberi Surat Peringatan (SP) hingga pemutusan kontrak.

Pekerjaan kembali dilanjutkan di 2022 dengan anggaran senilai Rp4,7 miliar. CV Insani Kontraktor sebagai pemenang tender pekerjaan tersebut. (Adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img