Mantan Ketua Dewan Pendidikan Payakumbuh dan mantan Plt. Ketua LKAAM kota setempat, H. N. Dt. Baro Sati, 79 tahun, meninggal dunia di rumah anaknya di Kelurahan Koto Tangah, Kecamatan Payakumbuh Barat, Selasa (28/7), sekitar pukul 20.55 WIB. Wafatnya tokoh masyarakat Payakumbuh ini, cukup mengagetkan warga, karena almarhum selama ini tak diketahui menderita sakit.
“Saat lebaran lalu, Saya masih bertamu ke rumah beliau dan mencari buku-buku tentang pendidikan dengan Pak Datuk (almarhum, Red), di ruang tamu rumah anak dan isterinya,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh H. Hasan Basri Sy. S.Pd, saat melayat di rumah duka.
Berita kematian Dt. Baro Sati itu cepat menyebar luas di Payakumbuh. Sejumlah pejabat pemko, seperti Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar, Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam, Wakil Ketua DPRD Suparman, Asisten I Yoherman, Asisten III Iqbal Bermawi, sejumlah pimpinan SKPD dan anggota DPRD serta ratusan guru dan jajaran Dinas Pendidikan datang melayat ke rumah duka.
Juga tampak hadir Ketua Dewan Pendidikan Payakumbuh Sevindra Juta dan jajarannya serta sesepuh Dinas Pendidikan H. Amir yang juga mantan Kadis Pendidikan Payakumbuh, semasa Orde Baru, pengurus LKAAM dan KAN Koto nan Ampek, serta kaum kerabat lainnya. Sementara itu, karena berada di luar daerah, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, ikut menyampaikan dukanya yang mendalam lewat pesawat telefon genggamnya kepada FU. Dt. Tuah nan Basango, menantu almarhum.
Dt. Baro Sati selama ini dikenal tokoh masyarakat yang peduli dengan dunia pendidikan. Ia juga peduli dengan dunia adat istiadat di Payakumbuh. Ia gigih memperjuangkan kemajuan pendidikan, terutama dalam mengkatrol dana pendidikan dalam APBD Payakumbuh. Makanya, setiap ada undangan rapat paripurna di DPRD, tak pernah ia lewati, kecuali karena alasan kurang sehat badan. Almarhum juga merupakan salah seorang pendiri Sekolah Tinggi Tekhnologi Payakumbuh dan pembina Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah.
Dalam dunia adat istiadat, ia juga memberikan konstribusinya, menggalakkan pelatihan adat dan istiadat kepada anak nagari ini, melalui KAN atau LKAAM Payakumbuh.
Setelah dilakukan prosesi penyelenggaraan jenazah, almarhum yang juga mertua dari mantan Ketua KAN Koto nan Gadang FU. Dt. Tuah nan Basang itu, dimakamkan di pandam perkuburan kaumnya di Kelurahan Payolansek, Payakumbuh Barat. Almahum meninggalkan seorang isteri, dua anak dan lima cucu.