Padang, BeritaSumbar.com,– Pekan Demokrasi dengan tajuk “Merebut Kembali Ruang Warga” resmi dimulai pada Selasa, 6 Oktober 2026. Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB, yang diawali dengan pembukaan Posko Klinik Bantuan Hukum, ini merupakan wujud nyata dari pelayanan hukum harian LBH Padang yang dibawa ke ruang terbuka agar dapat diakses secara langsung oleh masyarakat dan pengunjung Pekan Demokrasi dan kedilan iklim 2026.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik (talkshow) Regenerasi Gerakan yang diorganisir oleh PUSaKO Unand dengan mengangkat tema “Mentransfer Keterampilan Pengorganisasian, Kurasi Isu, dan Manajemen Acara kepada Anak Muda Melalui Pengelolaan Penuh atas Penyelenggaraan Pekan Demokrasi”. Sesi ini dipantik oleh Tiyo Ardianto (Ketua BEM UGM 2025), Fiva Zahara dan Reyhan Resky A. dari PUSaKO Unand dan dipandu oleh moderator Dara Aulia dari PUSaKO Unand.
Menjelang malam, rangkaian acara dilanjutkan dengan peluncuran kafe dan diskusi publik. Diawali oleh pembawa acara, Mitra Oktavia, dan dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Panitia, Alfi Syukri, M.H. Dalam penyampaiannya, Alfi mengapresiasi para pengabdi bantuan hukum yang telah merumuskan keresahan kolektif menjadi kegiatan Pekan Demokrasi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkolaborasi dan hadir.
“Kegiatan ini di latar belakangi oleh krisis demokrasi di mana ruang partisipasi masyarakat kian menyempit dan eksploitasi negara memicu krisis iklim serta bencana. Diharapkan Pekan Demokrasi yang berlangsung hingga 10 Oktober ini dapat menjadi ruang temu masyarakat sipil untuk berdiskusi, menyumbangkan gagasan dan menyuarakan demokrasi” kata Alfi.
Selanjutnya, sambutan, pembukaan dan launching resmi “NARA SPACE” oleh Direktur LBH Padang, Diki Rafiqi, yang mengapresiasi momentum penguatan gerakan rakyat ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pengunjung yang hadir di kegiatan Pekan Demokrasi dan Keadilan Iklim 2026 ini, dan melalui kegiatan ini, kami dari LBH Padang juga ingin menyampaikan bahwa hari ini telah resmi merilis sebuah ruang yang kami beri nama Nara Space, ruang ini juga sebagai tempat berkumpul dan berekspresi bagi anak muda” ujar Diki.
Selanjutnya Kepala Internal LBH Padang, Syafrida Anggraini, menjelaskan filosofi pendirian kafe bernama “Nara” yang dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita untuk meresmikan “Nara Space” sebagai ruang temu rakyat dan pusat pemberdayaan ekonomi gerakan.
Malam pembukaan ditutup dengan diskusi publik bertema “Membangun Bersama Kekuatan Masyarakat Sipil” yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Diskusi menghadirkan narasumber Riza Imaduddin Abdali (YAPPIKA), Sumaindra Jarwadi (Ketua Bidang Kelembagaan YLBHI) dan aktivis lingkungan Caus Uslaini, serta dimoderatori oleh Habieb Aulia Sufi dari Divisi Ruang Hidup LBH Padang. Diskusi mengeksplorasi isu penyempitan ruang hidup, penguatan sumber daya Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) hingga perjuangan pembelaan lingkungan.
Malam pembukaan semakin meriah dengan penampilan Panggung Rakyat yang menampilkan musikalisasi puisi oleh Titira dan Juanda (UK-Kes UNP), pembacaan teaterikal bertajuk “Raung Harimau Bingung” oleh Aksarisme serta penampilan akustik dari penyanyi Padang menunggu, Gema Gembira.
Rangkaian kegiatan Pekan Demokrasi yang diinisiasi oleh LBH Padang ini terselenggara atas kolaborasi dengan Walhi Sumatera Barat, LBH Pers Padang, Roehana Project dan AJI Padang, serta direncanakan berlangsung selama lima hari penuh hingga Sabtu mendatang.
Setiap harinya, acara berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB berlokasi di Nara Space, Kompleks Kantor LBH Padang. Selain penyediaan Layanan Klinik Bantuan Hukum dan sajian Panggung Rakyat, pengelola Nara Space juga menyediakan apresiasi berupa kopi gratis bagi 50 pendaftar pertama di setiap sesinya.
Puncak perhelatan Pekan Demokrasi akan ditutup pada Sabtu (10/10) melalui gelaran Mimbar Politik serta panggung rakyat dari berbagai penampil publik. Seluruh elemen masyarakat diundangkan untuk hadir, berpartisipasi dan memperkuat konsolidasi ruang warga bersama.
