Payakumbuh,Beritasumbar.com,-Ketegangan antara pedagang dan pemerintah terlihat agak memanas pasca musibah kebakaran yang melanda pusat pertokoan Blok Barat Kota Payakumbuh akhir bulan lalu. Apalagis sejak kelompok pedagang pasar Payakumbuh usai menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat kota Payakumbuh beberapa hari lalu.
Melalui Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3), mereka mulai angkat suara. Jika aspirasi mereka tidak juga ditanggapi dalam waktu dekat, para pedagang akan datang menggelar aksi turun ke jalan.
Pedagang korban kebakaran menurut para pengurus IP3 mendesak DPRD membentuk Tim Pencari Fakta untuk segera mengungkap penyebab pasti terjadinya kebakaran yang akibatkan ratusan petak toko, lapak, kios dan Palung hangus terbakar, selain itu peristiwa kebakaran sebabkan kerugian hingga puluhan Milyar. Ada sekitar 500 pedagang yang menjadi korban dari kebakaran tempat mereka mencari nafkah sepanjang hari, imbuh pengurus IP3 kepada awak media disalah satu kedai kopi di pusat kota Payakumbuh.
Selain itu, pedagang melalui IP3 juga mendesak agar Pemerintah Kota Payakumbuh menjelaskan terkait Relokasi, termasuk soal uang atau dana yang nantinya digunakan. Apakah akan menggunakan Bantuan yang diberikan berbagai pihak melalui Pos Bencana Kebakaran yang ada di Depan Kantor Pos Payakumbuh atau menggunakan dana Bantuan Tidak Terduga, sebab menurut Pedagang (IP3) jika menggunakan uang tersebut, dinilai akan menyimpang dari keinginan atau niat awal para donatur.
” Iya, jika aspirasi kami tak kunjung didengar atau direspon wakil rakyat di DPRD Kota Payakumbuh untuk membentuk Tim Pencari Fakta agar mengungkap penyebab pasti terjadinya kebakaran di Pasar Blok Barat Pasar Payakumbuh, kami akan turun turun ke jalan ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi agar segera ditindaklanjuti,” sebut Ketua IP3, Esa Muhardanil, Sabtu pagi 13 September 2025 didampingi Ady Surya, Desman serta sejumlah pengurus lainnya.
Aspirasi lainnya menurut Esa Muhardanil adalah belum kunjung diberikannya bantuan secara langsung kepada pedagang yang terdampak, padahal saat ini banyak mereka yang sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara terkait data korban kebakaran yang terdampak, IP3 menyebut telah memberikan data sekitar 500 orang pedagang korban kebakaran yang terdampak.
Pemerintah Darah ataupun BAZNAS diingatkan agar tidak ada pedagang yang tidak menerima bantuan, sebab akan merugikan IP3 maupun pedagang yang telah didata.
” Kami dapat informasi akan ada bantuan yang disalurkan BAZNAS Selasa nanti, kami harapkan tidak ada pedagang yang terdampak yang tidak menerima bantuan. Untuk itu kami harapkan Identifikasi pedagang bisa dilakukan secara teliti dan maksimal, sehingga tidak ada yang tidak menerima bantuan,” harapnya.
Selain itu, IP3 juga menyentil anggota atau Wakil Rakyat ditingkat pusat, baik DPR-RI, maupun DPD-RI.
” Kami pertanyakan nurani Wakil Rakyat ditingkat pusat (DPR-RI dan DPR-RI khususnya di Dapil Sumbar 2) yang sampai saat ini kami nilai belum menunjukkan kepedulian, bagaimanapun suara mereka saat Pileg lalu cukup banyak disini,” tambahnya.
Esa Muhardanil juga apresiasi beberapa orang anggota DPR-RI Sumatera Barat yang bukan dari Dapil Sumbar 2, namun langsung datang dan memberikan bantuan bagi korban kebakaran.