Payakumbuh,BeritaSumbar.Com,- Akhir November 2022 mendatang 5 orang sastrawan asal Kota Payakumbuh diundang dalam acara temu penyair Asia Tenggara 2022. Hal ini membuktikan bahwa gerak seni dan budaya selalu bergeliat di Kota Randang ini.
Geliat seni muncul dari generasi ke generasi silih berganti dengan berbagai bidang seni dan budaya. Juga bukti bahwa setiao generasi berhasil melahirkan generasi penerus dimasa datangnya.
Di dalam bidang sastra, hal di atas justru semakin berkembang lebih baik. Hal itu dapat kita lihat dengan lahirnya banyak penulis di tanah ini.
Seperti yang pernah dikatakan oleh penyair Iyut Fitra, “Payakumbuh adalah kata-kata”. Begitu para sastrawan demi sastrawan terus lahir. Barangkali iklimnya yang kondusif dan ruang proses yang cukup banyak tersedia.
Payakumbuh memiliki komunitas sastra seperti Komunitas Seni Intro, Komunitas Tanah Rawa dll. Di samping itu di kota ini juga sering kita lihat acara-acara sastra seperti bedah buku, diskusi sastra, seminar literasi, penampilan-pensmpilan sastra, perlombaan, festival dan lain sebagainya.
Kembali pada sastrawan muda, 5 orang yang diundang untuk mengikuti Temu Penyair Asia Tenggara 2022 di Padang Panjang 30 November – 3 Desember 2022 tersebut adalah, Feni Efendi, Okta Piliang, Ayu K Ardi, Dellorie Ahada, Yeni Purnama Sari, dan seorang seniman senior Yudilfan Habib Dt. Monti yang juga diundang pada helat tersebut.
Beberapa di antara mereka sudah memiliki buku karya sendiri. Feni Efendi dengan karyanya Pajacombo (memori kolektif), Yeni Purnama Sari telah menerbitkan kumpulan puisi. Sedangkan Okta Piliang, Ayu K Ardi, Dellorie Ahada, karyanya banyak tersebar di berbagai media dan antologi bersama.
“Semoga pemerintah kota dan kabupaten bisa membantu dan mengapresiasi generasi muda di bidang sastra ini,” ucap Yudilfan Habib Dt. Monti ketika berbincang bincang dengan para sastrawan muda tersebut.
Karya 5 sastrawan muda tersebut lolos setelah diseleksi oleh kurator bersama 100 karya lainnya dari berbagai negara seperti Thailand, Philipina, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
“Ya, semoga ada yang peduli dan membantu sehingga mereka bisa berangkat dan mengikuti kegiatan tersebut,” tambah Adri Sandra penyair senior yang 3 kali mendapatkan penghargaan MURI.
Selamat buat sastrawan muda Kota Payakumbuh. Semoga generasi demi generasi terus lahir menyambut estafet Tan Malaka, Chairil Anwar, Gus tf Sakai, Iyut Fitra, dan seterusnya, tutup Mamak Adri Sandra kepada media ini.