Batusangkar – Sebanyak 15 orang mahasiswa dan alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat (Sumbar), siap mengawal dan mendampingi program pemerintah upaya khusus (Upsus) percepatan pencapaian swasembada padi, jagung, dan kedelai (pajale) di Kabupaten Tanahdatar.
“Para mahasiswa dan alumni akan melakukan pengawalan dan pendampingan kegiatan seperti penerapan teknologi, penggunaan bibit unggul, pemupukan berimbang, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, dan alat mesin pertanian,” kata Dosen Pembimbing Faperta Unand, Rian Hidayat, SP.MM di Batusangkar, Sabtu.
Ia mengatakan program Upsus Pajale merupakan komitmen pemerintah untuk mendongkrak produksi tiga komoditi utama pangan yaitu padi, jagung dan kedelai dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan di Indonesia pada 2017.
“Untuk menyukseskan program nasional tersebut, Fakultas Pertanian Unand menurunkan sebanyak 178 mahasiswa dan alumni serta 18 dosen pembimbing yang tersebar di 16 kabupaten/kota di Sumbar,” katanya.
Rian menjelaskan para mahasiswa dan alumni akan melaksanakan pengawalan dan pendampingan program selama enam bulan, Mei – Oktober 2015, tersebar di masing-masing kecamatan di Sumbar.
Khusus di Kabupaten Tanah Datar, katanya, sebanyak 15 mahasiswa dan alumni akan melaksanakan tugas pendampingan di 12 kecamatan yakni Batipuh Selatan, Pariangan, Rambatan, Limo Kaum, Sungai Tarab, Salimpaung, Tanjung Baru, Sungayang, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Padang Ganting, dan Tanjung Emas.
“Sebelum mahasiswa dan alumni diterjunkan ke lapangan, mereka sudah dibekali dengan pengetahuan yang cukup melalui bimbingan teknis dengan narasumber dari instansi terkait,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Edi Arman menyambut baik kehadiran para pendamping program Upsus Pajale ini sehingga dapat bersinergi dengan para penyuluh pertanian dan Babinsa yang berada di kecamatan.
“Mudah-mudahan swasembada pangan yang kita diinginkan bersama dapat tercapai melalui program Upsus Pajale ini,” harapnya.
Sumber: Antara