Solok Selatan, BeritaSumbar.com,-Bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muaro Labuah, masyarakat Solok Selatan disuguhkan pemandangan berbeda. Ratusan pelaku Silek mulai dari Tuo Silek, Guru Silek dan Anak Sasian  Solok Selatan berkumpul dan bersatu dalam rangkaian kegiatan Galanggang Silek Tradisi Minangkabau dalam Alek Nagari Pasa Muaro Labuah yang dibuka pada tanggal 15 Desember 2018 dan ditutup pada tanggal 16 Desember 2018.

Terselenggaranya kegiatan ini merupakan hasil jerih payah Anak nagari Pasa Muaro Labuah,Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Codangers sebagai penyelenggara bekerjasama dengan Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau (PTSTM) Solok Selatan sebagai pelaksana dan konseptor kegiatan “serta didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan, IPSI Solok Selatan, Satria Muda Indonesia (SMI) dan Perguruan Singo Barantai. Kegiatan  ini merupakan upaya untuk mengangkat dan melestarikan silek sebagai akar kebudayaan dan beladiri tradisi Minangkabau.

Dibuka langsung oleh Bupati Solok Selatan serta dihadiri  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kapolres, Wali Nagari, dan Niniak Mamak. Dalam sambutannya Bupati, Muzni Zakaria, M.Eng  yang telah dikukuhkan gala pandeka oleh Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau (PTSTM) Solok Selatan menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini serta berharap perlunya dukungan dan perhatian semua pihak terutama instansi terkait kebudayaan terhadap kegiatan serta penggerak kebudayaan di Solok Selatan. Karena kebudayaan Solok Selatan merupakan salah satu potensi yang harus dijaga dan dikembangkan.

Pelaksanaan Galanggang Silek Tradisi Minangkabau dalam Alek Nagari Pasa Muaro Labuah diikuti oleh Pelaku Silek Se Solok Selatan dengan jumlah peserta 40 pasang Peserta dari berbagai aliran yang terdapat di Kabupaten Solok Selatan.

Ketua Pelaksana, Rizki mengatakan penyelenggarakan ini merupakan upaya mengangkat kebudayaan tradisi sebagai warisan yang kita miliki.

Disisi lain, Irwan mewakili Tangkai Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau (PTSTM) – Solok Selatan  yang dalam kegiatan  ini sebagai perancang konsep dan pelaksana mengatakan bahwa silek merupakan akar budaya dan beladiri tradisi yang membentuk karakter generasi Minangkabau, selain itu Silek merupakan sisampiang adaik sehingga perlu dijaga sebagai marwah Minangkabau dalam perkembangan zaman.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini juga terlihat apresiasi masyarakat Solok Selatan terhadap silek sangat luar biasa. Hal ini terlihat dengan ramainya masyarakat yang hadir. Salah satu masyarakat yang hadir berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan rutin sehingga silek dan kebudayaan dapat kembali serta menjadi bagian kebiasaan masyarakat.

Dipercaya turut terlibat sebagai pelaksana dan konseptor, Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau (PTSTM) – Solok Selatan merupakan salah satu kelompok pergerakan  aktif yang fokus dalam pergerakan dan pengembangan silek tradisi yang terdapat di Sumatera Barat. Hampir berusia 4 tahun, pergerakan ini turut melaksanakan kegiatan silek tradisi di Solok Selatan serta telah meraih beberapa prestasi. Prestasi yang telah diraih diantaranya mendapat pujian sebagai penampil terbaik dari Sri Sultan Hamengkubuwono XI dalam pelaksanaan Malioboro Festival, sebuah festival pencak Silat yang dihadiri oleh 5000 peserta dari berbagai negara.

Selain itu prestasi yang diraih adalah menjadi salah satu penampil terbaik dalam pelaksanaan Alek Minangkabau Silek Retreat yang dihadiri oleh 9 Negara, serta beberapa waktu terakhir mewakili Sumatera Barat tergabung bersama penggiat kebudayaan dan kesenian Solok Selatan dalam perkumpulan Sarumpun Solok Selatan dalam Festival Gelar Melayu Serumpun  Se Asia Tenggara. Pergerakan yang dilakukan adalah tetap menjaga dan mengembangkan silek tradisi Minangkabau sebagai bagian dari adat dan kembali ke tengah masyarakat. Dalam kegiatan ini Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau (PTSTM) – Solok Selatan juga memberikan penghargaan kepada Theresya Febrista Fuad, M.Sn dan Fitri Sadila, SKM yang berdedikasi dan mendukung pergerakan silek di Solok Selatan.

Galanggang Silek Tradisi Minangkabau dalam rangka Alek Nagari Pasa Muaro Labuah ini merupakan bentuk keberhasilan kerjasama penggerak dan generasi muda yang berbeda bidang namun terkait yaitu Kerjasama Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Codangers dengan Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau (PTSTM) – Solok Selatan dalam upaya membangkitkan, menjaga, mengembangkan dan memperkenalkan serta mengembalikan kebudayaan ketengah masyarakat. Sinergi antar lintas ini merupakan salah satu kunci sukses dan keberhasilan dalam membangun daerah.

Solok Selatan merupakan salah satu mutiara terpendam di Sumatera Barat yang  mampu menjadi daya tarik utama Sumatera Barat. Potensi yang dimiliki mulai dari alam dan kebudayaan  merupakan kekuatan lain Solok Selatan yang patut diperhatikan, didukung,  dijaga dan dikembangkan keberadaanya tanpa harus merusak.(AS)